![]() |
| Sepanjang 2025, Bulog Ketapang serap 1.100 ton beras petani lokal. (Foto ilustrasi) |
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang, Jarau Matu, menjelaskan serapan tersebut berasal dari dua wilayah, yakni Kabupaten Ketapang sebanyak 700 ton dan Kabupaten Kayong Utara 400 ton.
“Target awal untuk Kabupaten Ketapang hanya 60 ton. Realisasi ini jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Jarau menjelaskan, beras hasil serapan tersebut kembali disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah, di antaranya Bantuan Pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Untuk beras SPHP, lanjut Jarau, Bulog menjual kepada mitra dengan harga Rp11.300 per kilogram. Mitra diwajibkan menjual ke masyarakat tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram.
“Di situ ada margin wajar untuk mitra kami, tapi tetap dalam koridor HET,” kata Jarau.
![]() |
| Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang, Jarau Matu saat wawancara dengan wartawan, Rabu (14/1/2026). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) |
“Peralatan pascapanen masih manual. Petani masih mengandalkan cuaca, menjemur gabah menggunakan terpal, baru kemudian dibawa ke penggilingan,” ujarnya.
Jerau menambahkan, Bulog Ketapang saat ini membeli beras dengan harga Rp12.000 per kilogram, sementara Gabah Kering Panen (GKP) dibeli Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut berlaku nasional sesuai instruksi Presiden.
Harga GKP ini mengalami kenaikan signifikan dibanding sebelumnya yang hanya Rp4.200 per kilogram. Jarau berharap kebijakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Ini kenaikan yang cukup besar dan diharapkan bisa membantu petani,” katanya.
Ia juga menyinggung kebijakan pangan nasional pada 2025 yang tidak melakukan impor beras. Bahkan, pemerintah menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan hingga mampu menembus pasar ekspor.
Sementara untuk target serapan 2026, Bulog Ketapang belum menerima rincian resmi. Namun secara umum, Provinsi Kalimantan Barat ditargetkan menyerap sekitar 5.000 ton beras. (Ndi)

