Kegiatan yang berlangsung pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026 itu dilaksanakan di sejumlah dusun di Desa Pelapis. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai acara yang juga diisi tausiah Ramadan.
Dalam tausiah tersebut, masyarakat diajak memperkuat silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial. “Kebersamaan adalah kunci keberkahan. Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli dan menjaga tali silaturahmi,” disampaikan dalam ceramah singkat sebelum berbuka.
Apresiasi datang dari Kepala Dusun Kelawar, Wasmiyadi. Ia menilai konsistensi perusahaan dalam menjaga komunikasi dan kebersamaan dengan warga menjadi modal penting membangun rasa saling percaya.
“Kami mengapresiasi langkah DIB yang terus membangun komunikasi dan kebersamaan dengan warga,” ujarnya.
Selain buka puasa bersama, DIB juga menunjukkan dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selama Ramadan, jajanan produksi ibu-ibu Desa Pelapis dipasarkan di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola perusahaan.
Perwakilan manajemen DIB, Seno Ario Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun hubungan harmonis jangka panjang dengan masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Hubungan harmonis adalah fondasi keberlanjutan,” tegasnya.
Tak hanya itu, perusahaan juga menyalurkan bantuan sosial kepada janda dan anak yatim piatu di Desa Pelapis. Kehadiran manajemen secara langsung dalam setiap kegiatan disebut sebagai bentuk keterbukaan dan komitmen menjaga kedekatan dengan warga.
Antusiasme masyarakat yang hadir mencerminkan eratnya hubungan yang telah terjalin. Melalui Ramadan, DIB berharap kegiatan sosial yang dilaksanakan tidak sekadar seremonial, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat. (*)
