-->

PT NAA Salurkan Bantuan untuk Petugas Damkar dan Warga di Tengah Kabut Asap Ketapang

Editor: Agustiandi author photo

Kolase bantuan PT NAA kepada warga dan damkar dalam program NOVA PEDULI API, Jumat (25/9/2026). (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Di tengah kondisi tersebut, PT Nova Anugerah Abadi (NAA) menyalurkan bantuan kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan masyarakat melalui program NOVA PEDULI API.

Pada Jumat (25/9/2026), PT NAA membagikan 250 paket berisi masker, makanan ringan dan minuman kepada masyarakat di Simpang Empat RSUD Agoesdjam dan Simpang Empat Taman Kota/Kantor Bupati Ketapang.

Pembagian dilakukan saat aktivitas masyarakat tetap berlangsung meski kabut asap mengganggu kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah.

Pada hari yang sama, PT NAA juga menyerahkan 150 bungkus roti dan minuman kepada petugas Damkar yang sedang melakukan pendinginan di kawasan Jalan Pelang-Tumbang Titi.

Koordinator PR-NAA, Nikolaus Ridiono mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada petugas dan masyarakat yang terdampak kondisi karhutla dan kemarau panjang.

“Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang sedang dihadapi Ketapang, masyarakat dan petugas di lapangan tidak sendirian,” katanya.

Menurut Nikolaus, petugas pemadam merupakan salah satu pihak yang berhadapan langsung dengan panas dan asap saat melakukan penanganan kebakaran.

“Karena itu kami ingin mengambil bagian sesuai kemampuan kami untuk memberikan dukungan,” ujarnya.

Program NOVA PEDULI API telah berjalan sejak Juli 2026. Hingga saat ini, PT NAA juga telah memberikan bantuan makanan siap saji sebanyak 50 bungkus kepada satgas Damkar Melalui BPBD sejak 7 September 2026 hingga sekarang.

Bantuan lainnya berupa air bersih sebanyak 6.600 liter yang disalurkan kepada masyarakat Desa Kali Nilam pada 17 September 2026.

Air bersih tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kemarau panjang yang telah berlangsung hampir tiga bulan.

Kemarau panjang tersebut turut meningkatkan risiko karhutla di Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang telah menetapkan status tanggap darurat karhutla sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran di sejumlah wilayah.

Nikolaus mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat.

“Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Bukan hanya pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga masyarakat,” katanya.

PT NAA mengajak masyarakat ikut mencegah kebakaran dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play