-->

Antrean BBM di Ketapang Berangsur Normal

Editor: Agustiandi author photo

Antrean BBM di SPBU DI Pandjaitan, Ketapang terpantau mulai terurai pada Minggu (18/10/2026) petang. (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) 
Ketapang (Suara Ketapang) – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mulai terurai pada Minggu (18/10/2026). Antrean tak lagi mengular panjang seperti hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan roda dua maupun roda empat masih berdatangan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, waktu tunggu pengendara relatif lebi singkat.

Indra Saputra (35), salah seorang pengendara, mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit untuk mengisi Pertalite di SPBU Jalan DI Panjaitan.

“Cukup lengang kalau dibanding kemarin. Cuma masih tetap dikasih jatah. Mobil maksimal Rp 300.000,” kata Indra.

Meski demikian, ia mengapresiasi kondisi pasokan BBM yang mulai membaik. Ia juga berterima kasih kepada Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang turun langsung memantau dan mengawal distribusi BBM.

Seorang petugas SPBU di Ketapang juga mengakui antrean kendaraan mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski tak lagi panjang, kendaraan roda dua dan roda empat masih terus berdatangan untuk mengisi BBM.

“Udah bececat aman am ni, antrean pun tak pajang, mulai normal” ujarnya dalam bahasa Melayu Ketapang. 

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo berharap pasokan BBM semakin lancar agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

“Antrean mulai berkurang. Ini perkembangan yang baik,” kata Alex saat dikonfirmasi Suara Ketapang, Minggu malam.

Meski demikian, Alex meminta Pertamina Patra Niaga tidak hanya membuat kondisi pasokan membaik untuk sementara. Ia menegaskan, Kabupaten Ketapang perlu terus menjadi prioritas dalam penyaluran BBM.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan dan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang itu juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan persoalan BBM untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk mempolitisasi situasi yang terjadi.

Ia turut meminta masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan distribusi BBM, seperti penimbunan, agar dapat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Jika ada dugaan penyelewengan dalam distribusi, seperti penimbunan dan sebagainya, saya mendorong Polres Ketapang mengambil tindakan tegas,” pungkasnya. (Ad)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play