![]() |
| Staf BPBD Provinsi Kalbar (kiri) menyerahkan bantuan alat pemadam Karhutla senilai Rp93,3 juta ke Kepala BPBD Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro di Pontianak, Rabu (7/10/2026). (ist) |
Bantuan tersebut diserahkan oleh BPBD Provinsi Kalimantan Barat kepada Kepala BPBD Kabupaten Ketapang di Pontianak, Rabu (7/10/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro mengatakan, bantuan yang diterima berupa peralatan pemadaman dengan total nilai Rp93,3 juta.
“Bantuan yang di terima berupa tiga unit mesin pemadam, enam roll selang dan tiga unit nozzle,” kata Yunifar saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Yunifar merinci, bantuan tersebut berupa tiga unit mesin pemadam masing-masing senilai Rp23 juta atau total Rp69 juta. Kemudian enam roll selang ukuran 1,5 x 30 meter masing-masing senilai Rp1,8 juta, dengan total Rp10,8 juta. Sedangkan tiga unit nozzle ukuran 1,5 masing-masing senilai Rp4,5 juta atau total Rp13,5 juta.
"Dengan demikian, total nilai seluruh peralatan yang diterima BPBD Ketapang mencapai Rp93,3 juta," papar Yunifar.
Yunifar menambahkan, peralatan tersebut selanjutnya digunakan untuk mendukung penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengucapakan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Barat atas bantuan tersebut.
"Terimakasih kepada pak Gubernur Kalimantan Barat beberapa minggu lalu beliau sudah berkunjung ke Ketapang. Laporkan dari kepala BPBD Ketapang, kita juga dapat bantuan dari provinsi senilai Rp93,3 juta, saya juga mengucapakan terima kasih," ujar Alex.
Alex berharap hujan segara mengguyur seluruh wilayah di Kalimantan Barat agar karhutla dan kabut asap segara berkahir.
Berdasarkan catatan Redaksi Suara Ketapang, Pemprov Kalimantan Barat sebelumnya mendapat dukungan anggaran penanganan karhutla sebesar Rp60 miliar, yang terdiri dari Bantuan Presiden (Banpres) Rp40 miliar dan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp20 miliar. (Ndi)
