![]() |
| Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Rabu (7/10/2026). Jarak pandang turun hingga 300 meter sehingga seluruh penerbangan dibatalkan. (ist) |
Akibatnya, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Rahadi Oesman Ketapang dibatalkan dalam sekitar lima hari terakhir.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, membenarkan kondisi tersebut.
"Betul penerbangan dicancel karena kondisi cuaca jarak pandang yang rendah," ujar Dwi saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Menurut Dwi, gangguan penerbangan terjadi sejak Sabtu 3 Oktober 2026. Jarak pandang di kawasan bandara masih berada jauh di bawah batas aman operasional penerbangan. Kondisi terburuk terjadi pada pagi hari. Jarak pandang hanya sekitar 300 meter.
"Sudah terjadi sekitar lima hari sejak hari Sabtu kemarin," katanya.
Dwi mengatakan kondisi jarak pandang juga belum membaik hingga sore hari.
"Jarak pandang rendah, di pagi hari sekitar 300 meter dan sampai sore belum membaik sesuai persyaratan minimalnya yaitu: 2.800 m untuk pendaratan dan 1.600 m untuk lepas landas," jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, penerbangan belum dapat kembali dilakukan. Pembatalan diberlakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan operasional penerbangan.
Kondisi kabut asap ini kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Ketapang setelah sebelumnya jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman juga sempat anjlok akibat kabut asap pekat. (Ndi)
