-->

Insiden di Jetty Ketapang, PT Borneo Alumindo Prima Pastikan Penanganan Cepat dan Transparan

Editor: Agustiandi author photo

Jetty milik PT Borneo Alumindo Prima di pesisir Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang Kalbar. (*) 
Ketapang (Suara Ketapang) – Insiden kerja yang menimpa seorang pekerja di area konstruksi Jetty PT Borneo Alumindo Prima pada Jumat (14/8) dini hari segera mendapat respons tanggap dari manajemen perusahaan. Korban, Edi Wahyudi (Helper PT Naga Jaya Sahabat), dilaporkan jatuh ke laut akibat pergeseran ponton apung yang dipicu arus laut.

Meskipun insiden terjadi sekitar pukul 03.05 WIB, tim gabungan dari PT Naga Jaya Sahabat, PT Rong Makmur Mulia, dan PT Borneo Alumindo Prima langsung bergerak cepat melakukan pencarian awal dan pengamanan lokasi. 

Upaya pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan BASARNAS, tim penyelam profesional, Kepolisian, dan fasilitas kesehatan setempat. Korban berhasil ditemukan pada pukul 15.35 WIB dalam proses evakuasi yang berjalan sesuai prosedur.

Manager Humas PT BAP Budi Mateus menyampaikan, hingga saat ini tidak ada kesimpulan final terkait penyebab utama insiden. 

"Kami tidak akan menyimpulkan penyebab maupun kesalahan pihak tertentu sebelum investigasi internal dan eksternal selesai," ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (15/8/2026). 

Dia mengatakan, seluruh aspek tengah ditelaah secara mendalam, mulai dari metode kerja, sistem pengawasan, kondisi lingkungan, hingga penerapan prosedur keselamatan. 

"Perusahaan pun menyatakan siap bekerja sama penuh dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja dan instansi berwenang lainnya dengan membuka akses data serta keterangan yang dibutuhkan," tegasnya. 

Meskipun berdasarkan keterangan awal korban diduga tidak mengenakan jaket pelampung yang sebenarnya diwajibkan bagi pekerja di sekitar perairan, perusahaan menekankan bahwa hal tersebut masih menjadi bagian dari investigasi. 

Pihak manajemen tidak akan mendahului fakta dan justru menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja.

"Keselamatan pekerja adalah prioritas utama. Kami terus mengingatkan dan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri sesuai standar," tambahnya. 

Budi menambahkan, selama proses pencarian dan investigasi, seluruh kegiatan di lokasi kejadian dihentikan dan area dikunci ketat. Aktivitas terbatas di area lain hanya diizinkan setelah dinyatakan aman dan tidak mengganggu proses penyelidikan.

Budi menuturkan, perusahaan menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam kepada keluarga korban. Pendampingan penuh diberikan dan hak-hak pekerja dipastikan terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami hadir untuk keluarga dan akan memastikan semua proses berjalan transparan, adil, serta sesuai hukum," tutupnya. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play