![]() |
| Tim SAR berangkat menuju lokasi pencarian dua kru Tugboat Rimba Megah XV pada hari ketujuh operasi SAR di perairan Pulau Meledang, Kayong Utara, Kamis (27/8/2026). (ist) |
Tujuh hari berlalu, dua kru kapal tersebut masih belum ditemukan. Keduanya adalah Rikal Tiku Padang (32) dan Rahman (19).
Tim SAR telah melakukan pencarian sejak hari pertama setelah kapal tenggelam. Namun, hingga Kamis (27/8/2026), keberadaan kedua korban belum diketahui.
Operasi pencarian akhirnya dihentikan setelah memasuki hari ketujuh.
Sebagai bentuk penghormatan kepada kedua korban, keluarga bersama unsur SAR melakukan prosesi tabur bunga di lokasi tenggelamnya tugboat.
Danpos SAR Kayong Utara, Akhyar mengatakan, operasi SAR dihentikan karena pencarian selama tujuh hari belum membuahkan hasil.
“Operasi SAR tidak kita tutup, tetapi kita hentikan. Apabila terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, maka pelaksanaan operasi SAR akan dibuka kembali,” kata Akhyar saat dikonfirmasi, Kamis.
Meski operasi resmi dihentikan, peluang pencarian tetap terbuka. Tim SAR akan menindaklanjuti setiap informasi yang mengarah pada keberadaan Rikal dan Rahman.
Musibah itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, Tugboat Rimba Megah XV tengah menarik Tongkang Prima Samudera II dari Pontianak menuju Kendawangan.
Dalam kejadian tersebut, empat kru berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Satu kru lainnya ditemukan meninggal dunia. Sementara Rikal dan Rahman belum ditemukan hingga pencarian hari ketujuh.
Prosesi tabur bunga menjadi penanda berakhirnya operasi SAR sekaligus bentuk penghormatan keluarga kepada dua kru yang masih dinyatakan hilang.
Keluarga tetap berharap keduanya dapat ditemukan. Mereka juga memanjatkan doa agar diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut. (Ndi)
