1878 Orang di Ketapang Sudah di Rapid Test

Editor: Redaksi author photo
Ilustrasi Rapid test
Ketapang (Suara Ketapang) - Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang telah melaksanakan pemeriksaan rapid test atau tes cepat Covid-19 yang dilakukan terhadap 1878 orang. Dari jumlah yang telah dilakukan pemeriksaan rapid test itu, 16 orang diantaranya dinyatakan menunjukan hasil reaktif.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ketapang, Rustami,


Pemeriksaan rapid test secara massal oleh Pemkab Ketapang telah dilakukan Dinas Kesehatan Ketapang dengan jumlah 1741 orang, RSUD dr Agoesdjam Ketapang sebanyak 122 orang dan Rumah Sakit Fatimah 15 orang.

" Total rapid test yang telah dilakukan kepada 1878 orang dengan hasil 16 orang yang reaktif," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ketapang, Rustami, Selasa (4/5/2020).

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang itu juga menyebutkan kalau pelaksana pemeriksaan rapid test secara massal dilakukan di tempat tempat umum seperti di wilayah areal pasar.

" Untuk pasar Ratu Melati tadi telah dilakukan rapid test kepada 50 orang dengan hasil non reaktif. Ada 3 pasar yang belum dilakukan pemeriksaan rapid test, yakni Pasar Haji Sani atau Haji Bujang Hamdi, Pasar di Sukaharja dan Pasar Sukabangun," ungkapnya.

Selain itu, Rustami manambahkan kalau pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan rapid test kepada 77 dari 98 orang santri dari Temboro, Magetan melalui sejumlah Puskesmas di wilayah masing masing domisili para santri yang baru datang ke Ketapang tersebut. Dari rapid test itu, ada 2 orang yang hasilnya reaktif dan 75 non reaktif.

" Terhadap 2 orang yang reaktif telah dilakukan isolasi di RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk penanganan selanjutnya dan dilakukan swab," ungkapnya.

Ia meminta kepada para orang tua atau keluarga 21 orang santri Temboro yang belum melakukan pemeriksaan rapid test agar mendaftarkan diri ke Puskesmas diwilayah tempat tinggal masing-masing untuk segera dilakukan rapid test.
Share:
Komentar

Berita Terkini