Kasus Gantung Diri di Sungai Melayu Rayak, Ini Keterangan Resmi Polisi

Editor: Redaksi author photo

Jenazah korban setelah dievakuasi dari tempat kejadian perkara. (Ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Sesosok mayat yang tergantung di pohon sempat menghebohkan warga Kabupaten Ketapang, Kamis (2/9/2021) malam.

Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana mengungkapkan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus itu berada di pinggir Sungai Miang Jalan Abdul Azis Dusun Karya Bakti, Desa Sungai Melayu Baru Kecamatan Sungai Melayu Rayak.

Yani berujar, mayat tersebut pertama kali ditemukan warga setempat tergantung di pohon karet sekitar pukul 17:00 WIB.

"Sekira Pukul 17.00 WIB, dua orang warga bernama Wahyu Satria Kelana Manalu dan Bobi Marsya Kvandana ingin pergi mandi di pinggiran sungai miang, sesaat akan mandi, saksi Wahyu melihat di sebuah pohon karet tak jauh dari tempat mereka mandi, tergantung seseorang di dahan pohon dengan menggunakan ikat pinggang dan kondisi sudah tidak bergerak," papar Kapolres.

Sesaat setelah itu, lanjut Yani, kedua saksi langsung  memberitahukan kepada warga lainnya perihal penemuan orang gantung diri tersebut.

Mendapat laporan warga, anggota Polsubsektor Sungai Melayu Rayak mendatangi lokasi penemuan mayat dan melakukan olah TKP.

"Anggota menurunkan mayat bersama warga serta melakukan koordinasi bersama tenaga medis Puskesmas Sungai Melayu Rayak dalam melaksanakan pemeriksaan visum luar untuk memastikan penyebab kematian korban," kata Yani.

Hasil pemeriksaan visum luar dari dokter Puskesmas Sungai Melayu Rayak, tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Dari keterangan sementara, yang bersangkutan diduga melakukan bunuh diri.

"Sesuai dengan bekas ikatan tali yang mengikat di leher, lidah menjulur keluar serta keluar cairan dari kemaluan korban di duga sperma, sehingga kuat dugaan korban meninggal karena henti nafas  dimungkinkan karena gantung diri," papar Yani.

Diketahui, korban bernama Yahya Ubaidi, 41 tahun. Korban berasal dari Desa Tangkahan Durian Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat,  Sumatera Utara.

"Mayat tersebut merupakan seorang pekerja di bagian mekanik," imbuhnya.

Yani menambahkan, teman korban, Hardi, sudah menghubungi pihak keluarga yang berada di Sumatera Utara untuk memberitahukan kejadian tersebut.

"Pihak keluarga menerima serta menyerahkan kepada saudara Hardi untuk mengurus jenazah korban dan menurut keterangan Hardi bahwa korban sering mengeluhkan sakit dan tidak bisa tidur selama seminggu serta ingin pulang ke kampung halaman di Sumatra," pungkasnya. (Ndi)

Share:
Komentar

Berita Terkini