Komunitas Jurnalis Warga Kayong Solidaritas Gelar Workshop Pengarustamaan Gender di Media

Editor: Redaksi author photo

Foto bersama komunitas Jurnalis Warga usai menggelar Workshop Pengarustamaan Gender di Media. (Ist)
Ketapang (Suara Ketapang) - Komunitas Jurnalis Warga Kayong Solidaritas menggelar Workshop Pengarustamaan Gender di Media di Studio Rakom GS dilaksanakanlah kegiatan Workshop Gender Mainstreaming in Media, Rabu (10/11/2021). Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu dihadir 15 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang.

Adapun yang menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut adalah VD. Irwin yang juga koordinator Jurnalis Warga Kayong Solidaritas (JWKS). Sementara narasumber adalah Alkap Pasti yang juga penggiat literacy di Kabupaten Ketapang.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan dengan tujuan menjadi wadah belajar bersama khususnya bagi jurnalis warga bagaimana memiliki kepekaan untuk mengangkat isu-isu tentang gender menjadi sebuah tulisan atau produk berita.

“Pengarustamaan gender dalam kehidupan termasuk lewat media komunitas harus menjadi kepedulian bersama, mengingat hal ini menjadi bagian penting untuk membuat konstruksi sosial yang baik dan inklusif dalam masyarakat”, tutur Irwin yang juga salah satu inisiator pembentukan komunitas JWKS sejak 2018 lalu.

Sementara itu Alkap Pasti mengajak peserta berdiskusi tentang kiat-kiat menulis yang mengandung kepekaan pada isu-isu gender yang terjadi di sekitar masyarakat. 

“Menampilkan ide-gagasan serta peran-peran sederhana kaum perempuan di sekitar kita dalam bentuk tulisan adalah bagian upaya serta keberpihakan kita pada kesetaraan gender, karena lagi-lagi bicara gender tentu berbeda dengan bicara tentang jenis kelamin yang lebih kodrati, sementara gender lebih kepada tentang peran baik laki-laki maupun perempuan”, ujar pria yang juga menjabat sebagai Direktur BUMD Ketapang Pangan Mandiri ini.

Peserta terlihat antusias dalam kegiatan workshop yang menggunakan metode curah pendapat, studi kasus dan diselingi oleh permainan ini. 

“Menarik dan menambah wawasan kami khususnya saya yang berlatar belakang pelajar, bagaimana kaum perempuan sendiri juga harus memiliki kepekaan akan pentingnya kesetaraan gender, bagaimana kesempatan itu terbuka bagi siapa saja tanpa melihat jenis kelamin dan lain-lain, dan medianya bisa lewat tulisan”, ungkap Vanesa yang berlatar belakang siswi di salah satu SMK swasta yang ada di Ketapang.

Pada sesi diskusi pun peserta diminta menyampaikan perspektifnya tentang kesetaraan gender sementara yang lain memberikan masukan. Kegiatan yang dilaksanakan JWKS ini sendiri adalah tindak lanjut dari kegiatan Training of Trainer Gender in Media yang dilaksanakan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang dilaksanakan pada Oktober 2021.

“Pengarustamaan gender khususnya di media bisa dilakukan apabila para penggiatnya juga memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang isu gender dan bagaimana membuatnya dalam produk jurnalis yang inklusif, nah hal ini dapat dilakukan juga di komunitas jurnalis warga dan tentunya semuanya ini berproses”, pungkas VD. Irwin kembali. (r)

Share:
Komentar

Berita Terkini