Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Ketapang tersebut dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Wakil Bupati Ketapang, unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Safari Ramadan ini merupakan bagian dari agenda Silaturahmi dan Bakti Sosial Ramadan 1447 H/2026 M yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah serta masyarakat di kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan seluruh OPD yang telah menyediakan tempat serta memfasilitasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka Safari Ramadan yang memang kami agendakan di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Krisantus juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Ia berharap umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan memperoleh rahmat serta hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, makna puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari berbagai godaan yang dapat memengaruhi pikiran dan perilaku.
“Puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan diri, baik dari pandangan, pikiran, maupun hawa nafsu,” katanya.
Selain itu, Krisantus mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang ada di Kalimantan Barat. Ia menilai keberagaman suku yang ada di daerah tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Di Kalimantan Barat ini ada 24 suku. Kita harus terus menjaga persaudaraan dan silaturahmi karena rumah besar kita adalah Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak perlu lagi memperdebatkan siapa yang asli maupun pendatang, karena seluruh masyarakat yang tinggal di Kalimantan Barat merupakan bagian dari keluarga besar yang sama.
Dalam kesempatan itu, Krisantus menilai Ketapang memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan, terutama di sektor pariwisata dan kuliner.
“Banyak potensi yang bisa kita kembangkan, terutama pariwisata dan kuliner. Saya yakin wisatawan akan tertarik datang ke Ketapang,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah agar tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Krisantus juga berharap perusahaan di Ketapang dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada putra-putri daerah yang memiliki kompetensi dan keahlian untuk terlibat dalam berbagai sektor pekerjaan.
“Penyerapan tenaga kerja harus diperhatikan. Orang Ketapang juga memiliki banyak kemampuan dan disiplin ilmu, mulai dari pertambangan, teknik mesin, teknik elektro, dan lainnya,” pungkasnya. (Ad)
