![]() |
| Polisi dan tim medis dibantu warga mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke rumah sakit setempat, Jumat (26/7/2024). (ist) |
Kasi Humas IPTU Drajat Pamungkas menyampaikan, pada saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Ibu korban (MAR) 39 sedang mengantar adiknya ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB. Pada hari dan jam yang sama ayahnya MAS (39) juga berangkat kerja.
"Almarhum saat itu tinggal sendirian di rumah dengan kondisi masih tertidur lelap, dari informasi pihak keluarga korban mengalami gangguan mental," ungkap Drajat.
Drajat mengungkapkan, jasad korban ditemukan pertama kali oleh ibunya pada pukul 14.00 WIB saat ibunya kembali ke rumah. Ibunya sempat heran sebab rumahnya terkunci dari dalam sementara anaknya itu sama sekali tak merespon saat dipanggil.
"Setelah mencoba menggedor pintu berulang-ulang, akhirnya ibu almarhum mendobrak pintu secara paksa dan mendapati posisi jasad ME sudah dalam keadaan tergantung seutas tali di depan kamar," ujarnya.
Drajat menuturkan, tim medis yang datang ke lokasi kejadian menyatakan bahwa ME meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit setempat untuk divisum,"katanya.
"Hasil sementara dari visum menunjukkan bahwa ME meninggal karena asfiksia atau kekurangan oksigen akibat gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh almarhum," jelasnya.
Saat ini, lanjut Drajat, korban sudah dibawa keluarga ke rumah duka untuk dikebumikan, sementara itu, beberapa barang bukti sudah diamankan oleh petugas.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap anggota keluarga atau teman yang menunjukkan gejala gangguan mental. Gangguan mental adalah masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
"Jika ada anggota keluarga atau teman yang menunjukkan tanda-tanda gangguan mental, segera cari bantuan tenaga profesional agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat," tutupnya. (Ndi)
