Perusahaan tidak hanya mengandalkan kesiapan pemadaman, tetapi memperkuat pencegahan sejak dini melalui patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, kesiapan sarana dan prasarana, serta pemanfaatan teknologi pemantauan hotspot berbasis drone.
Upaya tersebut dilakukan di wilayah operasional perusahaan yang mencakup Kecamatan Marau, Jelai Hulu, Manis Mata dan Nanga Tayap.
Penguatan kesiapsiagaan juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang lebih cepat dan terintegrasi.
CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalimantan Barat, Bonny Wijaya, mengatakan pencegahan menjadi prioritas perusahaan dalam menghadapi potensi karhutla.
“Pencegahan karhutla harus menjadi prioritas bersama. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran baru melakukan penanganan,” ujar Bonny melalui keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, perusahaan terus memperkuat deteksi dini, patroli, kesiapan sarana dan prasarana, serta edukasi kepada masyarakat.
Perkuat Deteksi Dini dengan Drone
Salah satu langkah yang dikembangkan Sinar Mas adalah pemanfaatan teknologi drone untuk membantu memantau kondisi wilayah perkebunan dan mengidentifikasi potensi titik panas.
Teknologi tersebut diperkenalkan dalam apel siaga karhutla yang digelar pada Juni 2026. Kegiatan itu diikuti sekitar 250 peserta dari unsur perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (KTD) Sinar Mas juga memaparkan kesiapan personel, sarana dan prasarana penanganan karhutla.
Simulasi penanganan kebakaran turut dilakukan untuk menguji kesiapan tim ketika menghadapi kondisi darurat.
Pemanfaatan drone diharapkan dapat mempercepat pemantauan lapangan. Dengan deteksi yang lebih cepat, potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum meluas.
Selain teknologi, perusahaan juga memperkuat pengawasan melalui patroli bersama TNI-Polri di wilayah operasional.
Patroli dilakukan sekaligus untuk mengecek kesiapan fasilitas pengendalian karhutla, seperti Menara Pantau Api (MPA), embung, dan sumber air yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.
Muspika Dukung Langkah Sinar Mas
Langkah pencegahan yang dilakukan Sinar Mas mendapat dukungan dari unsur Muspika di wilayah operasional perusahaan.
Camat Nanga Tayap Yuvinsius Seliman mengatakan kolaborasi seluruh pihak diperlukan untuk menghadapi ancaman karhutla.
“Kami mendukung penuh kegiatan sosialisasi dan patroli bersama yang dilakukan Sinar Mas sebagai upaya memperkuat pencegahan karhutla di wilayah Nanga Tayap,” kata Yuvinsius.
Ia menilai pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas, akademisi, dan media memiliki peran dalam menjaga wilayah Nanga Tayap dari ancaman karhutla.
Yuvinsius juga mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Dukungan serupa disampaikan Kapolsek Nanga Tayap IPTU Bagus Tri Baskoro. Ia mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan patroli bersama yang dinilai menjadi bentuk nyata sinergi antara perusahaan, kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.
“Kami siap mendukung dan bersinergi dalam pencegahan karhutla serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Bagus.
Kapolsek Jelai Hulu IPDA Zainal Mutakhir dan Kapolsek Marau IPDA Septo Suria juga mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurut mereka, sosialisasi dan patroli bersama penting untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla.
“Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ujar keduanya.
Sementara itu, Camat Marau Viatlisa Alpha Eddyson menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Camat Manis Mata, Pipensius. Ia menyambut baik dan memberikan apresiasi atas langkah Sinarmas dalam melaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla dan patroli bersama.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, perusahaan dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan di lapangan," ucapnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita pasti dapat menjaga lingkungan, mencegah Karhutla, serta menciptakan wilayah yang aman dan nyaman bagi semua.
Sosialisasi Diperluas
Selain patroli dan pemantauan, Sinar Mas juga memperkuat edukasi kepada masyarakat. Perusahaan turut menyebarluaskan imbauan pencegahan karhutla dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Ketapang, serta kepolisian.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Bagi Sinar Mas, pencegahan karhutla membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi. Teknologi membantu mempercepat deteksi, patroli memperkuat pengawasan, sementara kesiapan sarana dan kolaborasi lintas sektor menjadi penopang ketika terjadi kondisi darurat.
Melalui pendekatan tersebut, Sinar Mas Agribusiness and Food terus memperkuat sistem pencegahan karhutla di sekitar wilayah operasionalnya di Ketapang.
Upaya ini diharapkan dapat menekan potensi kebakaran sejak dini sekaligus menjaga lingkungan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. (Ad)
