![]() |
| Suasana pemakaman almarhum M. Febriadi di pemakaman keluarga Desa Suka Bangun Dalam, Kabupaten Ketapang, Kamis (12/12/2024) sore. (Suarakalbar.co.id/Agustiandi) |
Dengan hati penuh duka, ratusan pelayat, mulai dari kerabat dekat hingga pejabat Pemerintah Kabupaten Ketapang, mengantarkan almarhum M. Febriadi, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ketapang dan Ketua MABM ke peristirahatan terakhirnya.
"Saudara kami, teman kami yang tercinta, semoga almarhum dapat ketenangan di alamnya dan semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah," ucap Bupati Ketapang Martin Rantan ketika berada di rumah duka.
Ucapan serupa juga diucapkan Wakil Bupati Ketapang Farhan yang turut hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum.
"Semoga almarhum husnul khotimah," ucap Dewan Pembina MABM kabupaten Ketapang itu.
Sekitar pukul 15.33 WIB, prosesi pemakaman dimulai dengan suasana yang sunyi dan penuh haru. Almarhum yang berpulang meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan kerabat, yang terus mendoakan kepergiannya.
Di bawah tenda yang dipasang sebagai perlindungan dari hujan, keluarga dan kerabat berdoa dengan khusyuk setelah menaburkan bunga di atas makam.
Keheningan itu pecah oleh suara lantunan doa dan Al-Fatihah yang mengalun, diiringi tatapan kosong pelayat yang tak henti-hentinya menadahkan tangan, memohonkan yang terbaik bagi arwah almarhum.
Dua nisan putih yang kokoh berdiri di atas makam. Terbungkus taburan bunga yang menutupi seluruh permukaannya. Jadi simbol perpisahan terakhir dari sosok yang telah banyak memberikan kontribusi di dunia politik Kabupaten Ketapang.
Tak lama setelah panjatan doa, pelayat dengan penuh kesedihan melangkah mundur, meninggalkan makam yang kini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi M. Febriadi.
M. Febriadi bin M. Arifin Ukal, kini telah berpulang. Meninggalkan kenangan dan jejak perjuangan yang akan selalu dikenang. Suasana haru ini jadi saksi bisu bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sementara doa dan harapan agar almarhum diterima di sisi-Nya terus mengalir.
Alam barzakh kini menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Namun bagi keluarga yang ditinggalkan harus tetap melanjutkan hidup dalam kepergian yang penuh rasa kehilangan. (Ndi)
