-->

PT BGA Ajak Petani Mandiri Tingkatkan Produktivitas Kebun Lewat Klinik Berdaya Sawit

Editor: Agustiandi author photo

Peserta, perangkat desa dan perwakilan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Region 8A berfoto bersama usai kegiatan Klinik Berdaya Sawit yang digelar untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani sawit mandiri, Selasa (16/9/2025). (ist) 
Nanga Tayap (Suara Ketapang) – Sebanyak 43 petani sawit mandiri yang tinggal di sekitar perkebunan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Region 8A mengikuti kegiatan Klinik Berdaya Sawit, Selasa (16/9/2025). 

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola kebun kelapa sawit secara berkelanjutan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mencakup fisiologi tanaman kelapa sawit, teknik panen dan transportasi, pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT), pemupukan dan kesuburan tanah, hingga akses sarana dan prasarana dari BPDPKS. Selain itu, dilakukan pula praktik lapangan mengenai cara menentukan standar tanaman sawit yang baik dari aspek pemupukan hingga perawatan.

Trainer yang hadir berasal dari internal perusahaan, mulai dari manager operasional hingga manager estate, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Ketapang.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu undangan, di antaranya Kepala Desa Ulak Medang Isnaini dan Kepala Desa Simpang Tiga Sembelangaan yang diwakili Kasi Pemerintahan, Widia.

Dalam sambutannya, Nugroho Heru dari Distanakbun menilai program ini sebagai langkah positif perusahaan. 

Ia menyebut, pembekalan pengetahuan teknis bagi petani sawit mandiri sangat penting agar produktivitas kebun mereka tidak jauh tertinggal dari perkebunan besar.

“Kami dari pemerintah sangat mendukung program berbagi ilmu seperti ini agar budidaya kelapa sawit semakin baik," tuturnya. 

Menurutnya, jika petani mandiri dibekali pengetahuan yang benar, mereka tidak hanya mendapatkan hasil panen yang lebih optimal, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan lingkungan. 

Sementara itu, Alan Supriyadi, HRD PT BGA Region 8A, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan masyarakat sekitar.

Ia menuturkan Klinik Berdaya Sawit menjadi wadah untuk membangun hubungan yang lebih erat antara perusahaan dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan agar masyarakat sekitar juga ikut berkembang melalui budidaya sawit yang benar," ucapanya.

Ia menekankan, ketika petani mandiri berkembang, maka ekosistem perkebunan secara keseluruhan juga akan semakin kuat.

Hal senada disampaikan Dwi Suharyanto dari tim CSR PT BGA. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi perusahaan yang ingin tumbuh bersama masyarakat sekitar.

"Kami ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Harapannya, petani mandiri juga bisa memiliki kebun sawit yang produktif dan berkualitas, sama baiknya dengan kebun perusahaan. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih merata dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” paparnya. 

Melalui Klinik Berdaya Sawit ini, ia berharap sinergi dengan petani mandiri dapat memperkuat keberlanjutan usaha perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Ad)

Share:
Komentar

Berita Terkini