-->

Ketua RT Diajak Jaga Keamanan Penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang

Editor: Agustiandi author photo

Para Ketua RT mendengarkan materi keselamatan dan keamanan bandara dalam rapat Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan serta Forum Konsultasi Publik yang digelar Kantor UPBU Kelas II Rahadi Oesman di Hotel Grand Zuri, pada Rabu (19/11/2025). (Suarakalbar.co.id/Agustiandi) 
Ketapang (Suara Ketapang) — Ketua-ketua RT yang tinggal di kawasan permukiman sekitar Bandara Rahadi Oesman, Ketapang, menjadi perhatian utama dalam Rapat Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan serta Forum Konsultasi Publik yang digelar Kantor UPBU Kelas II Rahadi Oesman di Hotel Grand Zuri, pada Rabu (19/11/2025).

Para ketua RT itu diundang untuk mendapatkan pemahaman langsung mengenai potensi gangguan penerbangan dari aktivitas masyarakat di sekitar bandara, termasuk maraknya permainan layang-layang yang kerap terjadi di area bandara. 

Kepala Bandara Rahadi Oesman, Dwi Muji Raharjo menyatakan bahwa keamanan dan keselamatan penerbangan tidak hanya menjadi urusan pengelola bandara dan aparat keamanan, tetapi juga memerlukan keterlibatan warga sekitar.

"Pak RT pak RT ini menjadi harapan kami jadi perpanjangan tangan kami untuk menyampaikan pesan-pesan ini ke warganya," ucap Dwi Muji. 

Dwi Muji menambahkan, ancaman keselamatan bukan hanya fisik dan teknis, tetapi juga berasal dari perilaku sehari-hari masyarakat. Karena itu pihaknya mengajak Ketua RT untuk ikut mengedukasi warganya. 

Risiko Layang-layang di Kawasan Permukiman 

Dwi Muji secara tegas mengingatkan tentang bahaya layang-layang di area yang berbatasan dengan jalur pesawat. Menurut dia, benang layang-layang dapat tersangkut pada pesawat dan mengganggu mesin atau struktur pesawat yang sedang lepas landas maupun mendarat.

“Beberapa kali pilot komplen ya, dan membuat laporan resmi dengan adanya layang-layang, pada saat mau mendarat pilot mendapati adanya layang-layang, ini jadi khawatirkan pilot," ujarnya. 

Ketua RT sebagai Penghubung Utama ke Warga 

Pihak bandara berharap para ketua RT dapat menjadi penghubung penting dalam menyampaikan pesan keselamatan, termasuk mengawasi aktivitas warga dan memastikan tidak ada kegiatan yang berpotensi membahayakan penerbangan.

Foto bersama dalam Rapat Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan yang digelar Kantor UPBU Kelas II Rahadi Oesman di Hotel Grand Zuri, pada Rabu (19/11/2025). (Suarakalbar.co.id/Agustiandi) 
Setiap tahun, Bandara Rahadi Oesman melayani sekitar 100.000–150.000 penumpang. Dengan volume tersebut, kata Dwi, peran masyarakat menjadi semakin krusial.

Dukungan Aparat Keamanan

Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris juga menegaskan pentingnya peran ketua RT dalam menjaga keamanan lingkungan bandara. 

Menurutnya, keselamatan penerbangan membutuhkan pengawasan berlapis, mulai dari avsec hingga masyarakat paling dekat dengan kawasan bandara.

"Bandara kita di Ketapang inikan letakkan bersinggungan dengan lurah maupun desa, supaya RT-RT ini paham, bahwa tidak boleh bertindak sembarangan, seperti orang yang masuk ke runaway, atau tadi disampaikan bermain layang-layang," tutur Kapolres.

Ia menambahkan, gangguan kecil saja bisa berdampak besar pada penerbangan. Karena itu RT memiliki peran penting sebagai garda terdepan di lingkungan permukiman. 

Harris mengingatkan bahwa potensi gangguan tidak hanya datang dari aktivitas berbahaya seperti layang-layang, tetapi juga peredaran barang terlarang, penyelundupan, hingga penyebaran informasi bohong. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini