![]() |
| Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengukuhkan kepengurusan Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (18/7/2026). (ist) |
Pengukuhan tersebut menandai resmi berdirinya organisasi yang diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, keamanan, serta mendukung pembangunan daerah.
Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan sumpah dan janji pengurus, penyerahan bendera Laskar Jagadilaga, serta penandatanganan berita acara sebagai simbol legalitas kepengurusan organisasi di Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo yang juga menjabat sebagai Pembina Laskar Jagadilaga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah resmi dideklarasikan dan dikukuhkan.
Ia berharap kehadiran Laskar Jagadilaga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah.
"Mulai sekarang Laskar Jagadilaga sudah sah. Sesuai dengan namanya, Jagadilaga, mari bersama-sama menjaga tanah air Ketapang ini," ujar Alex.
Menurutnya, nilai-nilai yang diusung Laskar Jagadilaga selaras dengan semangat membangun daerah. Komitmen organisasi dalam mengawal pembangunan, membantu masyarakat, serta memperjuangkan keadilan dinilai sebagai tujuan yang patut didukung.
Alex juga menilai penggunaan nama "Laskar" mencerminkan keberanian, loyalitas, dan jiwa kesatria dalam mengabdi kepada masyarakat.
"Laskar identik dengan pasukan yang berani, setia, dan memiliki jiwa satria. Saya berharap Laskar Jagadilaga ikut membantu pemerintah menjaga Kabupaten Ketapang, merawat daerah ini, sekaligus bersama-sama membangun Ketapang menjadi lebih baik," katanya.
Bupati turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan serta mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Ketapang.
"Kita hidup di Ketapang, menginjak tanah yang sama, menghirup udara yang sama, mencari nafkah dan menyongsong masa depan yang sama. Karena itu, pada hakikatnya kita semua adalah satu saudara, satu keluarga besar," tuturnya.
Sementara itu, Panglima Besar Laskar Jagadilaga, Daniel, menegaskan organisasinya hadir bukan untuk mengejar kekuasaan ataupun menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurutnya, Laskar Jagadilaga dibentuk untuk menjadi bagian dari solusi melalui pengawalan pembangunan, membantu masyarakat, serta mengingatkan siapa pun yang menyimpang dari aturan agar kembali ke jalur yang benar.
"Laskar Jagadilaga hadir untuk menjadi bagian dari solusi, mengawal pembangunan, membantu masyarakat, serta mengingatkan siapa pun yang menyimpang dari aturan agar kembali ke jalan yang benar," tegas Daniel.
Daniel menjelaskan, Laskar Jagadilaga berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menjunjung tinggi supremasi hukum. Organisasi tersebut, lanjutnya, bersifat independen, terbuka, dan nonpartisan, dengan komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat berdasarkan fakta, aturan, dan hukum yang berlaku.
Ia juga menyatakan kesiapan Laskar Jagadilaga menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mengawal pembangunan, menyalurkan aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab, sekaligus menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Meski demikian, Daniel menegaskan organisasinya tidak akan tinggal diam apabila menemukan praktik ketidakadilan, penyalahgunaan kewenangan, maupun pelayanan publik yang merugikan masyarakat.
"Selama perjuangan itu berada dalam koridor hukum, kami akan berdiri di barisan terdepan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat," ujarnya. (Ad)
