-->

60 Personel BKO Brimob Dikerahkan ke 4 Wilayah Rawan Karhutla di Ketapang

Editor: Agustiandi author photo

300 Personel BKO dari Korps Brimob Mabes Polri telah tiba di Bandara Supadio, Selasa (25/8/2026), untuk memperkuat penanganan karhutla. 60 Personel diantaranya akan dikerahkan di Kabupaten Ketapang. (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) – Sebanyak 60 personel Brimob dari Mabes Polri akan diperbantukan ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, untuk memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).

Personel BKO tersebut dijadwalkan tiba di Ketapang pada Rabu (26/8/2026). Mereka akan disebar ke empat wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan, puluhan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang berdekatan dengan kawasan yang kerap mengalami kebakaran.

“Informasi yang kami terima besok (26/8) baru tiba di Kabupaten Ketapang,” kata Harris kepada wartawan di Mapolres Ketapang, Selasa (25/8/2026).

Sebanyak 10 personel akan ditempatkan di wilayah hukum Polsek Matan Hilir Utara (MHU). Mereka akan bertugas di kawasan Desa Kuala Satong, dan Desa Tolak.

Selanjutnya, 20 personel ditempatkan di wilayah hukum Polsek Muara Pawan. Mereka akan dipusatkan di Perumahan Mesubuk Makmur Estate, Desa Mayak.

Kemudian, 10 personel ditempatkan di wilayah hukum Polsek Kendawangan. Lokasi tugasnya meliputi Desa Mekar Utama, Desa Banjarsari, dan Desa Kendawangan Kiri.

Sementara 20 personel lainnya ditempatkan di wilayah hukum Polsek Matan Hilir Selatan (MHS), tepatnya di Desa Pelang. 

Harris mengatakan, penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi dengan kawasan perusahaan dan lahan yang terindikasi rawan terbakar.

“Ini semua nantinya kami alokasikan ke perusahaan-perusahaan yang berdekatan dengan lahan yang terindikasi sering terbakar,” ujarnya.

Menurut Harris, keberadaan tambahan personel di lapangan diharapkan mempercepat respons ketika muncul titik api.

Polres Ketapang juga terus berkoordinasi dengan unsur TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, dan perusahaan dalam penanganan karhutla.

“Harapannya respons cepat terhadap titik api bisa lebih ditingkatkan. Di sini kita juga berkolaborasi dengan TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, dan pihak perusahaan,” katanya.

Harris menegaskan, seluruh personel Polres Ketapang turut dilibatkan dalam penanganan karhutla. Penambahan personel Brimob dari Mabes Polri diharapkan semakin memperkuat upaya pemadaman di lapangan.

Sebelumnya, Mabes Polri mengerahkan 300 personel Brimob ke Kalimantan Barat untuk membantu jajaran kepolisian dan tim gabungan menangani karhutla. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play