![]() |
| Bupati Ketapang Alexander Wilyo ikut memadamkan karhutla di lahan gambut Desa Lembah Hijau 1, Kecamatan Nanga Tayap, Rabu (16/9/2026). (ist) |
Aksi itu dilakukan sepulang dari rangkaian kegiatan di Kecamatan Sandai dan Nanga Tayap, Rabu (16/9/2026).
Alex ikut memadamkan api di lahan gambut yang memiliki kedalaman lebih dari 10 meter. Kondisi ini membuat penanganan karhutla menjadi lebih sulit.
Api tidak hanya membakar permukaan. Kobaran juga merambat di bawah tanah melalui lapisan gambut.
Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pembasahan berulang untuk memastikan bara di bawah permukaan benar-benar padam.
Kebakaran juga mengancam tanaman sawit di sekitar lokasi. Akar yang terbakar dari bawah membuat daya topang pohon melemah. Pohon sawit bahkan dapat tumbang meski bagian atasnya masih terlihat berdiri.
Untuk menahan laju api, petugas membuat penyekatan atau firebreak di sejumlah jalur kritis. Sekat tersebut digunakan untuk memutus jalur rambatan api agar tidak meluas ke area lain.
Penanganan juga diperkuat dengan penambahan armada dan personel. Pasokan air dijaga untuk proses pembasahan sekaligus cooling down pada lokasi yang telah dipadamkan.
Petugas dari Manggala Agni, Relawan Peduli Api, serta personel perusahaan turut terlibat dalam penanganan di lapangan.
Pada kesempatan itu, Alex juga memberikan bantuan suplemen nutrisi dan kesehatan kepada petugas yang bekerja di tengah kondisi berat tersebut.
Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui posko taktis. Perubahan arah angin, kondisi sekat bakar, hingga perkembangan titik api dievaluasi setiap hari.
Pada lahan gambut, api yang terlihat kecil di permukaan belum tentu benar-benar padam. Bara dapat tetap menyala di bawah tanah dan kembali muncul ke permukaan.
Karena itu, proses pemadaman dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan untuk memastikan titik panas terkendali.
Koordinasi antarpihak dan penyatuan sumber daya perusahaan menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla di lokasi tersebut.
Dengan kondisi gambut yang dalam, penanganan membutuhkan pasokan air, personel, peralatan serta pengawasan secara terus-menerus. (Ad)
