![]() |
| Helikopter yang dikerahkan PT Anugerah Abadi (NAA) melakukan water bombing dalam penanganan karhutla di Ketapang. (ist) |
Helikopter tiba di Ketapang pada 14 September 2026 pukul 13.54 WIB. Pesawat tersebut disiagakan untuk operasi pemadaman hingga 22 September 2026.
Koordinator PR-NAA, Nikolaus Ridiono, mengatakan helikopter digunakan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Helikopter Bell 206 JetRanger dari maskapai FLYWE menggunakan Bambi Bucket dengan kapasitas 400 liter,” kata Nikolaus melalui keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
Air untuk water bombing diambil dari Kuala 9 Aliran Sungai Pawan. Dari lokasi tersebut, helikopter membawa air ke titik kebakaran sesuai koordinat yang diberikan tim di lapangan.
Pada 15-18 September 2026, pemadaman dari udara dilakukan di dua lokasi.
Lokasi pertama berada di area plasma dalam IUP PT AER, Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong.
Lokasi kedua berada di kawasan Kafe Merah, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Titik tersebut berada di luar IUP PT AER.
“Selain di area plasma, pemadaman melalui water bombing juga kami fokuskan ke kawasan sekitar konsesi,” ujar Nikolaus.
Operasi water bombing juga menyasar lokasi lain. Pada 19 September 2026, helikopter dikerahkan ke wilayah anak perusahaan PT Arrtu Plantation di Kecamatan Tumbang Titi.
Hingga 18 September, tercatat 42 kali water bombing telah dilakukan dengan total waktu operasi 4,2 jam.
Menurut Nikolaus, setiap penerbangan dilakukan berdasarkan koordinat titik yang membutuhkan pemadaman dari udara. PT NAA berkoordinasi BNPB untuk menentukan lokasi yang akan menjadi sasaran water bombing.
Koordinasi tersebut dilakukan agar pemadaman dari udara dapat menyesuaikan penanganan yang berlangsung di lapangan.
Helikopter saat ini bersiaga di Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Dalam sekali operasional selama sekitar 1,5 jam, helikopter mengonsumsi sekitar 300 liter avtur. Operasi ini didukung enam personel, terdiri dari dua pilot, dua teknisi, dan dua personel dari pihak maskapai.
Kehadiran helikopter memberi tambahan jangkauan dalam penanganan karhutla, terutama pada titik yang sulit dicapai lewat jalur darat. Pemanfaatannya juga tidak terbatas pada area konsesi, tetapi turut menjangkau lokasi kebakaran di luar konsesi. (Ad)
