-->

Tipe-X Guncang Stadion Tentemak, Puluhan Ribu Penonton Tumpah Ruah

Editor: Agustiandi author photo

Lautan manusia memenuhi Stadion Tentemak Ketapang saat konser Tipe-X pada Jumat (6/11/2026) malam. (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Stadion Tentemak Ketapang berubah menjadi lautan manusia. Puluhan ribu penonton memadati stadion untuk menyaksikan penampilan grup musik legendaris Indonesia, Tipe-X pada Jumat (6/11/2026) malam. 

Sejak area stadion dipenuhi penonton, hampir seluruh sudut lokasi tak menyisakan ruang kosong. Tribun pun juga penuh sesak. Antusiasme penonton dari berbagai kalangan membuat konser tersebut menjadi salah satu pertunjukan musik dengan jumlah penonton besar di Ketapang.

Kehadiran Tipe-X  membawa penonton bernostalgia. Menikmati musik ska yang telah menjadi identitas band asal Jakarta tersebut selama lebih dari tiga dekade.

Selama kurang lebih satu jam, Tresno Riadi bersama rekan-rekannya tampil di atas panggung. Membawakan lagu-lagu populer yang telah melekat di telinga penggemar. Irama musik yang enerjik membuat penonton ikut bernyanyi, berjoget dan menikmati setiap lagu yang dibawakan.

Di usia 51 tahun, Tresno tetap tampil gagah di atas panggung. Dengan gaya khasnya sebagai vokalis, ia mampu menjaga suasana tetap hidup bersama personel lainnya. 

Bagi penonton, konser tersebut menjadi hiburan yang sudah lama dinantikan. Rido (39), warga Ketapang, mengaku sudah lama merindukan suasana konser musik. 

Menurutnya, sejak masa pandemi Covid-19, hiburan konser musik berskala besar seperti itu sudah tak pernah dirasakan masyarakat Ketapang.

"Sudah lama sebenarnya merindukan konser begini. Sejak Covid-19,  rasanya tidak ada lagi konser, tapi malam ini asik sekali menikmati hiburan seperti ini," ujar Rido.

Hal serupa dirasakan Andini (27). Ia mengaku puas dengan penampilan Tipe-X yang mampu menghadirkan suasana meriah sepanjang konser.

Selama ini, Andini hanya bisa menyaksikan penampilan band tersebut melalui YouTube dan Instagram. Namun, malam itu ia berkesempatan melihat langsung band idolanya di atas panggung.

"Rasanya benar-benar seperti berpesta. Ikut berjoget, nyanyi, semuanya seru. Sampai suara rasanya mau habis karena ikut bernyanyi," katanya.

Antusiasme penonton itu menjadi gambaran bahwa Tipe-X masih memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya. Meski telah lebih dari 30 tahun berkarya, band yang terbentuk pada 10 September 1995 tersebut tetap mampu menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.

Perjalanan Tipe-X di industri musik Indonesia dimulai pada akhir 1990-an. Sebelum dikenal dengan nama Tipe-X, mereka sempat menggunakan nama Headmaster. Identitas musik ska kemudian menjadi ciri khas yang mengantarkan mereka dikenal luas oleh penikmat musik Tanah Air.

Nama Tipe-X mulai mendapat perhatian setelah merilis album perdana Ska Phobia pada 1999. Lagu Genit menjadi salah satu karya yang ikut mengangkat nama mereka. Kesuksesan berlanjut melalui album Mereka Tak Pernah Mengerti yang dirilis pada 2001.

Sejumlah lagu seperti Genit, Salam Rindu, Sakit Hati, Selamat Jalan, Kamu Ngga' Sendirian, hingga Mawar Hitam dan Boyband menjadi lagu-lagu yang hingga kini masih akrab di telinga penggemarnya.

Musik Tipe-X memiliki warna yang khas. Mereka mengusung ska dengan perpaduan unsur pop, rock, punk, dan reggae. Irama yang cepat, permainan gitar yang dinamis, serta instrumen tiup menjadi bagian yang membuat lagu-lagu mereka mudah dikenali.

Dalam formasi yang dikenal selama perjalanan kariernya, Tipe-X diperkuat enam personel, yakni Tresno Riadi sebagai vokalis, Micky pada bass, Yoss dan Billy pada gitar, Anto pada trombon, serta Arie Hardjo pada drum.

Konser di Ketapang sendiri menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan Tipe-X di Kalimantan Barat. Sebelum tampil di Stadion Tentemak, mereka lebih dahulu menyapa penggemar di Sintang, Sanggau dan Kota Singkawang. Ketapang menjadi kota terakhir dalam rangkaian konser tersebut.

Tak hanya masyarakat, konser malam itu juga disaksikan langsung Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari tribun stadion.

Padatnya penonton hingga ke sudut-sudut stadion menjadi pemandangan tersendiri. Lagu-lagu yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu kembali dinyanyikan bersama, sementara penonton dari berbagai usia menikmati kemeriahan konser hingga penampilan berakhir. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play