Proyek Jalan Sungai Awan Kiri-Tanjungpura Rp14 Miliar Terendam

Editor: Redaksi author photo
Proyek peningkatan struktur jalan Sri Awan Kiri - Tanjungpura yang terendam air 
Ketapang (Suara Ketapang) - Proyek peningkatan struktur jalan Sei Awan Kiri - Tanjungpura terendam banjir. Proyek senilai Rp14 miliar tersebut tergenang air meski sudah ditimbun.

Satu diantara warga Kecamatan Muara Pawan Andi (34) yang sempat melintas di jalan tersebut mengeluhkan kondisi jalan itu. Ia pun menilai anggaran sebesar Rp14 miliar untuk peningkatan struktur jalan sia-sia sebab tidak berdampak positif bagi kenyamanan warga.

Ia berharap, kondisi itu pun bisa teratasi, terlebih jalan tersebut merupakan akses penting untuk masyarakat yang menghubungkan beberapa wilayah.

“Harapan kita dengan anggaran yang sebesar ini dampaknya bisa benar-benar dirasakan masyarakat. Kita mendukung pembangunan ini karena ini yang sangat diharapkan masyarakat, akan tetapi pembangunannya jangan sekedar formalitas, harus dicari solusi kenapa ini terjadi apakah karena timbunan rendah, tidak saluran air atau apa, ini harus dipecahkan jangan sampai anggaran yang besar menjadi sia-sia,”  ujarnya.

Sementara itu, Site Manager Operasional PT Bayu Karsa Utama selaku pelaksana proyek tersebut, Suratno mengaku kondisi jalan yang saat ini terendam air juga dikeluhkan oleh pihaknya, lantaran pihaknya merasa rugi atas kejadian tersebut.

“Kami juga mau mengeluh, kenapa karena informasinya  air yang naik hingga kelokasi disebabkan ada oknum warga yang sengaja membendung saluran untuk difungsikan guna memudahkan mengangkut kayu dari  dalam hutan,” katanya.

Menurutnya, kondisi seperti itu sudah beberapa kali terjadi sehingga membuat pihaknya kewalahan bahkan harus merugi karena harus kembali melakukan penimbunan yang sudah dilakukan namun tergerus oleh air yang merendam lokasi pekerjaan.

“Persoalan ini sudah saya sampaikan termasuk ke Dinas tapi belum ada satupun yang menanggapi, jadi inisiatif kami selaku pelaksana karena ini merupakan tanggung jawab jadi kami akan kerjakan kembali sampai serah terima pekerjaan ini,” tuturnya.

Iapun berharap, dengan adanya niat baik pihaknya, ia meminta pihak terkait peduli dan bersama-sama mendukung pembangunan termasuk kepada pihak yang sengaja melakukan pembendungan air agar dapat memperhatikan kondisi pembangunan yang saat ini dilakukan.

“Kami terus bekerja maksimal, ya jangan dibanjirilah, kasian juga masyarakat lain yang melintas. Urusan membendung kalau itu persoalan klasik harapan kami ada solusilah dari pihak terkait,” harapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Ketapang, Achmad Soleh mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu sempat melakukan monitoring terhadap beberapa proyek pembangunan di Ketapang termasuk di proyek tersebut.

Achmad Soleh  menilai dari hasil pantauan terdapat aliran sungai yang tersumbat serta ditambah adanya pembendungan air aliran sungai oleh oknum warga.

“Jadi memang terbukti dan saya lihat sendiri waktu ninjau, bahkan bendungan dilakukan dengan menggunakan terpal sehingga aliran sungai tidak mengalir,” tuturnya.

Untuk itu, guna mengatasi persoalan ini, ia menilai perlu campur tangan pihak pemerintah kecamatan hingga desa untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembendungan untuk kepentingan pribadi.

“Kami nanti akan coba jadwalkan diskusi dengan pihak terkait termasuk kecamatan dan desa untuk mencari solusi dari persoalan ini," sebutnya.

Menurutnya satu diantara solusi atas permasalahan tersebut harus melakukan normalisasi saluran-saluran yang ada, agar pembangunan jalan bisa maksimal dan tidak cepat hancur akibat direndam air terus. (Ndi)
Share:
Komentar

Berita Terkini