Pemkab Ketapang Serahkan Paket Natal Rp40 Juta untuk Rumah Ibadah 4 Kecamatan

Editor: Redaksi author photo
Bupati Ketapang Martin Rantan (kiri) saat berada di acara safari Natal yang dipusatkan di kecamatan Jelai Hulu Jumat (20/12/2019) malam.
Jelai Hulu (Suara Ketapang) - Bupati Ketapang Martin Rantan bersama rombongan menggelar safari natal di Kecamatan Jelai Hulu, Jumat (20/12/2019) malam. Safari Natal tersebut dipusatkan di Paroki Santa Assumpta Tanjung Kecamatan Jelai Hulu.

Pada kesempatan tersebut Martin Rantan menyerahkan bantuan paket natal senilai Rp10 juta yang diserahkan  pada rumah ibadah masing-masing kecamatan yakni kecamatan Jelai Hulu, Pemahan, Tumbang Titi dan Kecamatan Sungai Melayu Rayak. 

Selain paket  natal dengan total Rp40 juta, Pemkab Ketapang juga menyerah paket sembako.

"Untuk Kecamatan Sungai Melayu Rayak kita berikan 50 paket sembako pada Gereja Santo Carolus Boromeus, dan paket natal Rp10 juta untuk Gereja Santo Philipus SP 4 Desa Mekar Jaya," ujar Martin Rantan.

Sementara pada Kecamatan Pemahan, paket Natal Rp10 juta diberikan pada Gereja GPDI. 50 paket sembako untuk Gereja Stasi Sebauk.

"Untuk Kecamatan Tumbang Titi paket natal Rp10 juta kita diberikan kepada Gereja Stasi Pengatapan dan 50 paket sembako diberikan pada Gereja Santo Yosef Seberkah," katanya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang menyerahkan bantuan paket Natal 2019
Sedangkan untuk Kecamatan Jelai Hulu,paket Rp10 juta diserahkan pada Gereja Stasi Limus, sedangkan 50 paket sembako diserahkan kepada Gereja Santa Maria Assumpta Tanjung.

Pada kesempatan tersebut, Martin Rantan berterima kasih kepada pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh adat dan seluruh masyarakat yang telah hadir dan menerima rombongan safari Natal Pemerintah Kabupaten Ketapang dengan baik dan penuh sukacita.

Martin Rantan yang juga merupakan Ketua  Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang itu pun mengucapkan selamat menyambut Natal 2019 dan tahun baru 2020 pada seluruh masyarakat yang merayakan. 

"Perayaan natal bukan hanya sekedar kebiasaan atau tradisi semata, melainkan harus benar-benar murni bentuk aktualisasi iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama," katanya.

Martin mengatakan, sebagai umat tentunya harus menyadari dan memahami sepenuhnya arti dan makna yang terkandung dalam perayaan natal itu sendiri,  dimana Natal selalu menganjurkan sesuatu kehidupan yang rukun dan damai.

"Kehidupan rukun dan damai dapat kita wujudkan dengan melaksanakan tri kerukunan umat beragama, yakni rukun dan damai dengan sesama umat, rukun dan damai dengan suku agama maupun kepercayaan kelompok masyarakat yang berbeda dan rukun dan damai dengan pemerintah, sehingga tercipta keharmonisan dan suasana yang kondusif agar pembangunan di daerah yang kita cintai ini dapat berjalan baik  aman dan lancar," pungkasnya. (Ndi).
Share:
Komentar

Berita Terkini