![]() |
| Arak-arakan replika naga pada malam puncak perayaan Cap Go Meh Ketapang di Jalan Merdeka, pada Selasa (3/3/2026). (ist) |
Iring-iringan 10 naga dan sekitar 30 barongsai tampil memukau sepanjang rute. Pawai juga dimeriahkan mobil hias serta satu burung phoenix yang menambah semarak suasana.
Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kabupaten Ketapang, Susilo Aheng, mengatakan pawai dimulai dari Klenteng Tua Pek Kong Ketapang. Rute kemudian melintasi Jalan Merdeka Utara, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan MT Haryono, sebelum kembali finis di Jalan Merdeka Utara atau di Klenteng Tua Pek Kong.
“Rencana sesuai jadwal, mulai pukul 20.00 WIB. Kita harap selesai sekitar pukul 00.00 WIB,” ujar Aheng di sela kegiatan.
Ia berharap seluruh rangkaian perayaan berjalan lancar tanpa gangguan. Aheng juga optimistis Cap Go Meh tahun depan dapat digelar lebih meriah.
Menurutnya, antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi. Tidak hanya warga Tionghoa, perayaan juga dihadiri berbagai suku dan agama di Ketapang. Bahkan, pemain naga berasal dari beragam etnis.
“Ini contoh kerukunan yang luar biasa di daerah kita. Yang bermain naga bukan hanya dari Tionghoa, berbagai etnis ada. Yang menyaksikan juga dari berbagai suku. Ini sudah menjadi wisata tahunan bagi Ketapang,” ungkapnya.
Aheng menekankan, perayaan Cap Go Meh di Ketapang jadi semangat kebersamaan dan toleransi, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang dinantikan masyarakat setiap tahun. (Ndi)
