Saksi Tak Tandatangani BA Pleno KPU, Ini Klarifikasi Junaidi

Editor: Redaksi author photo

Calon Bupati Ketapang nomor urut dua Junaidi (tengah) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Saksi dari pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua memilih tidak menandatangani Berita Acara hasil pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat kabupaten Pilkada 2020.


Menanggapi hal itu, Calon Bupati Ketapang nomor urut dua Junaidi mengatakan, dirinya tidak bisa memerintahkan bahkan melarang saksi untuk menandatangani berita acara tersebut.


"Ditandatangani atau tidak ditandatangani itu tidak akan merubah hasil. Jadi saya pikir itu bukan kewenangan kami untuk mengintervensi saksi kami. Kami memberikan pendewasaan politik kepada siapapun. Kalau seandainya itu dianggap perintah saya, saya pikir saya tidak pernah memerintahkan. Karena saya pahami itu tidak memberikan perubahan apapun," papar Junaidi saat menggelar pers rilis di Kantor PPP Ketapang, Kamis, (17/12/2020) malam.


Junaidi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menerima hasil Pilkada Kabupaten Ketapang 2020 yang telah diplenokan. 


"Tolong teman-teman dari semua tim paslon nomor 2, kita kembali ke kehidupan kita semula, kita tetap menjadi pengawal proses pembangunan dan pemerintahan yang ada sampai berakhirnya masa jabatan pemerintahan," ucap dia.


"Bupati yang ada ini adalah Bupati kita semua, bupati masyarakat Kabupaten Ketapang. Inilah hasil dari proses demokrasi yang kita sudah sama-sama lalui. Mari kita dewasa berpolitik. Tapi jangan lupa bahwa kita semua ini punya kewajiban yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat bagi Kabupaten Ketapang," sambungnya.

Usai kontestasi pesta demokrasi Kabupaten Ketapang 2020, Junaidi mengaku akan kembali menggeluti bidang usaha perkebunan dan pertambangan. 


"Saya ini basicnya  pengusaha. Jadi saya akan kembali berusaha, baik di bidang perkebunan maupun pertambangan yang menjadi basic saya dan usaha-usaha lain yang memang sudah menjadi latar belakang saya  sebelum saya terjun ke dunia politik," pungkasnya. (Ndi).

Share:
Komentar

Berita Terkini