Normalisasi Parit Guna Cegah Karhutla di Tanjungpura

Editor: Redaksi author photo

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono meninjau secara langsung lokasi normalisasi parit dan pembagunan kanal di lahan gambut Desa Tanjungpura, Kamis (18/3/2021).
Muara Pawan (Suara Ketapang ) - Guna mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polsek Muara Pawan dan PT Sinar Karya Mandiri (SKM) melakukan normalisasi parit dan pembagunan kanal di lahan gambut Desa Tanjungpura. 

Parit tersebut memiliki lebar tiga meter dan panjang enam kilometer. Setiap 50 meter, operator alat berat membuat kedalaman parit lebih dalam dari kedalaman normal. Pembangunan kanal di kawasan gambut tersebut diperkirakan rampung dalam empat hari kedepan. 

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono bersama jajaran memantau langsung lokasi tersebut, Kamis (18/3/2021). Orang nomor satu di Jajaran Polres Ketapang itu juga didampingi Kapolsek Muara Pawan, Manggala Agni, BPBD dan pihak perusahaan termasuk pemerintah kecamatan. 

Wuryantono mengatakan, kegiatan normalisasi ini dilakukan atas dasar kebutuhan dan kepentingan bersama. Adanya kanal di lahan gambut dapat menjaga stabilitas kelembaban tanah di musim kemarau. Selain itu juga mampu mencukupi pasokan air bagi petugas saat terjadi kebakaran lahan di wilayah sekitar. 

Aparat kepolisian berharap, kegiatan kali ini dapat menjadi pilot projek bagi pemerintah daerah dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla kedepan, dan mampu menjadi contoh bagi warga untuk dapat menjaga kebersihan saluran air di wilayah masing-masing.

"Diharapkan dengan pembangunan kanal ini kedepanya dapat memberikan ketersediaan air yang dapat digunakan dalam penanganan dan pencegahan Karhutla di daerah ini," ujar Wuryantono. 

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Ketapang Rudi Windra mengatakan, pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya pembuatan sekat kanal ini, terlebih Kabupaten Ketapang memiliki kawasan lahan gambut yang cukup luas, dengan potensi kerawanan kebakaran yang tinggi.

"Kebakaran hutan di Ketapang ini kendalanya tidak tersedianya sumber air, makanya dibuat sekat kanal untuk ketersediaan sumber air," ujarnya. 

Terpisah, Manager PT SKM, Kunardi menyampaikan, pembangunan kanal itu menggunakan dana Corporate Social Responsibiliy (CSR) yang berkolaborasi dengan pihak Kepolisan Sektor Muara Pawan. Sebab di lokasi tersebut memang menjadi langganan Karhutla setiap tahun. 

"CSR bidang kesehatan dan lingkungan hidup dengan normalisasi cuci parit untuk sekat dan menjaga ketersediaan air, sebab di sepanjang jalan tersebut jika kemarau sering terjadi kebakaran dan sulit air, karena parit tertutup semak," paparnya. 

Kunardi mengatakan, jika di lokasi tersebut bebas dari Karhutla maka akan berdampak positif bagi keberlangsungan perusahaan. Perusahaan sawit juga akan aman dari Karhutla. 

Ia menambahkan, pembangunan kanal dan normalisasi saluran parit itu juga menjadi penguatan sinergitas antara pihak perusahaan dengan tim Satgas Karhutla baik di kecamatan maupun di kabupaten. 

"Jika sekitar lokasi kerja kita aman, dalam arti terjaga dari Karhutla, maka akan berdampak pada SKM yang terhindar dari Karhutla. Selain itu juga untuk membanguan sinergisitas bersama dengan Tim Satgas Karhutla kecamatan dan kabupaten dari awal," pungkasnya (Ndi).

Share:
Komentar

Berita Terkini