![]() |
Alexander Wilyo, Bupati Ketapang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka, berpose bersama anak-anak Pramuka setelah mengikuti Apel Besar Hari Pramuka ke-64, Sabtu (30/8/2025). (ist) |
Apel dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian kegiatan seperti penghormatan pasukan, pembacaan Pancasila, UUD 1945, Dasa Darma Pramuka, penganugerahan penghargaan, hingga amanat pembina upacara. Suasana semakin semarak dengan senam massal Pramuka dan atraksi drumband.
Dalam amanatnya, Alexander menekankan pentingnya Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda serta menjadi alternatif positif bagi anak-anak untuk mengurangi ketergantungan pada smartphone.
“Pramuka menghadirkan kegiatan nyata yang seru dan mendidik, mulai dari permainan, peningkatan keterampilan, hingga pengenalan budaya dan permainan tradisional. Dengan adanya kebijakan fully day school lima hari, mari manfaatkan hari Sabtu untuk kegiatan Pramuka yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Alex.
Ia juga berpesan kepada para pembina agar terus mengemas kegiatan Pramuka dengan cara yang kreatif dan edukatif.“
Saya berpesan kepada kakak-kakak pembina agar dapat membina anak-anak secara kreatif dan edukatif, sekaligus mengenalkan budaya bangsa. Dengan demikian, kegiatan Pramuka tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan anak-anak pada smartphone serta menumbuhkan kecintaan mereka pada budaya dan jati diri bangsa,” tambahnya.
Menurutnya, keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan Pramuka membawa banyak manfaat, mulai dari pengembangan karakter, keterampilan hidup (life skills), kepemimpinan, kedisiplinan, hingga nasionalisme. Selain itu, aktivitas luar ruangan dalam Pramuka juga dinilai mampu menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak.
Alexander menegaskan, Pramuka bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan mencintai tanah air. (Ad)