Dalam partai final, Realino yang akrab disapa Ballo tampil impresif setelah mengalahkan petinju asal DKI Jakarta, Ghazi Thufail Azam Marhamzah, dengan kemenangan angka mutlak 3-0.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Barat. Pasalnya, pada ajang nasional yang diikuti atlet usia 14–16 tahun itu, kontingen Kalbar hanya mengirim satu petinju dan berhasil membawa pulang medali emas.
Pelatih tinju asal Ketapang, Damianus Yordan, yang mendampingi keberangkatan atlet ke Jakarta menyebut capaian tersebut menjadi bukti efektivitas pembinaan atlet daerah meski dengan keterbatasan anggaran.
“Kalbar hanya mengirim satu petinju karena keterbatasan anggaran di Perbati. Namun hasilnya maksimal dengan meraih satu medali emas,” ujarnya.
Menurut Damianus, kemenangan Ballo juga membuka peluang bagi petinju muda tersebut untuk mendapat kesempatan bergabung dengan tim nasional kelompok usia 15–17 tahun.
Ia mengungkapkan, usai pertandingan dirinya mendapat informasi dari Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang, terkait peluang atlet Kalbar masuk dalam program pembinaan nasional berdasarkan prestasi yang diraih.
“Saya dipanggil Sekjen Perbati dan diberi informasi bahwa petinju Kalbar berpeluang mendapat kesempatan masuk tim nasional sesuai prestasi yang diraih,” kata mantan Ketua Koni Kabupaten Kayong Utara tersebut.
Damianus menambahkan, sebelumnya petinju Kalbar lainnya, Irnanda Firnanda, juga telah menjalani pemusatan latihan di Jakarta setelah meraih medali emas pada seleksi nasional beberapa bulan lalu.
Ia berharap capaian atlet-atlet muda tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus mendukung pembinaan cabang olahraga berprestasi, khususnya tinju.
“Semoga prestasi ini menjadi perhatian bagi Pemkab Ketapang untuk terus mendukung cabang olahraga yang mampu berprestasi di tingkat daerah maupun nasional,” tutupnya. (Ndi)
