-->

Pascapemberitaan Dugaan Menu MBG Basi, Rumah Wartawan di Ketapang Didatangi Puluhan Orang

Editor: Agustiandi author photo

Foto ilustrasi. (*) 
Ketapang (Suara Ketapang)– Rumah seorang wartawan di Kabupaten Ketapang berinisial A.H. didatangi puluhan orang pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Menurut A.H., kedatangan massa tersebut terjadi beberapa hari setelah pemberitaan mengenai dugaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Delta Pawan–Mulia Baru.

A.H. mengatakan, massa yang datang meminta pertanggungjawaban atas pemberitaan yang mereka nilai menjadi penyebab penghentian sementara operasional dapur SPPG. 

Menurut informasi yang diterimanya, penghentian operasional tersebut berdampak pada para relawan yang bekerja di dapur tersebut.

"Saya sudah menjalankan tugas jurnalistik sesuai prosedur. Kami datang melakukan konfirmasi, memberikan ruang klarifikasi, bahkan memuat hak jawab. Saya mengira persoalan selesai setelah itu, tetapi justru muncul pernyataan bahwa rumah saya akan didatangi relawan," kata A.H, Rabu (5/8/2026). 

Ia mengaku lebih mengkhawatirkan keselamatan keluarganya dibanding dirinya sendiri. 

"Yang saya pikirkan saat itu bukan diri saya, tetapi keselamatan istri dan anak-anak. Mereka tidak ada kaitannya dengan pekerjaan jurnalistik yang saya lakukan," ujarnya.

Di tengah kerumunan tersebut, istri A.H. mengaku mengalami intimidasi saat berusaha melindungi keluarganya.

"Saya hanya ingin melindungi keluarga saya. Saya merasa tertekan karena begitu banyak orang datang ke rumah. Saya sempat ditarik di tengah kerumunan dan situasinya sangat membuat saya takut," katanya.

Menurutnya, kedua anak mereka juga ketakutan setelah menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Baca juga : KAWAN Ketapang Sesalkan Insiden Massa Mendatangi Kediaman Wartawan

"Anak-anak melihat semuanya secara langsung. Setelah kejadian itu mereka terus bertanya mengapa begitu banyak orang datang ke rumah kami. Itu yang paling membuat saya sedih sebagai seorang ibu," ujarnya.

A.H. mengaku sebelum peristiwa tersebut sempat mendengar adanya pernyataan yang dipahaminya sebagai ancaman bahwa rumahnya akan didatangi relawan yang terdampak penghentian sementara operasional dapur SPPG.

Beberapa hari kemudian, menurut keterangannya, puluhan orang mendatangi rumahnya.

A.H. juga mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, rombongan yang datang tidak hanya terdiri dari pekerja dapur SPPG Ketapang Delta Pawan–Mulia Baru, tetapi juga diduga melibatkan pekerja dari dapur lain yang disebut masih berada di bawah pengelolaan pihak yang sama. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play