-->

59 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Kemarau Ketapang Berlanjut hingga Akhir September

Editor: Agustiandi author photo

Peta perkiraan curah hujan pada bulan September 2026 di wilayah Kabupaten Ketapang dari Stasiun Meteorologi Kelas II Rahadi Oesman Ketapang. (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, masih menghadapi kemarau panjang. Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Kelas II Rahadi Oesman Ketapang hingga 29 Agustus 2026, wilayah ini tercatat telah mengalami 59 hari tanpa hujan. 

Kondisi tersebut diperkirakan belum akan segera berakhir. BMKG memprakirakan musim kemarau di Ketapang masih berlangsung hingga mencapai puncaknya pada September 2026.

Prakirawan BMKG Ketapang, Ashifa Putri, mengatakan lamanya periode tanpa hujan dipengaruhi oleh kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung serta dinamika iklim global.

“Berdasarkan pemodelan yang dilakukan BMKG Kabupaten Ketapang diprakirakan akan mengalami musim kemarau hingga puncaknya pada September 2026,” kata Ashifa. 

Menurutnya, kondisi tersebut semakin diperkuat oleh fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat.

Perpaduan antara kondisi kemarau dan pengaruh El Nino menyebabkan curah hujan di Ketapang sangat rendah. Akibatnya, periode tanpa hujan berlangsung cukup panjang.

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta memperburuk kualitas udara ketika kebakaran terjadi.

Meski demikian, BMKG memperkirakan kondisi tersebut mulai berubah ketika Ketapang memasuki musim peralihan pada Oktober 2026.

Pada periode itu, curah hujan diprakirakan kembali meningkat sehingga periode panjang tanpa hujan di Ketapang berangsur berakhir.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak kekeringan selama periode kemarau, terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran hutan dan lahan. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play