-->

Satu Korban Tewas Akibat Karhutla di Pelang, Kapolres Ketapang Tinjau Lokasi

Editor: Agustiandi author photo

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris bersama jajaran dan tim gabungan meninjau lokasi Karhutla di Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Rabu (5/8/2026). (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pelang–Kepuluk, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Rabu (5/8/2026). Peninjauan dilakukan setelah peristiwa tersebut merenggut satu korban jiwa.

Korban diketahui bernama Taufik Hidayat. Berdasarkan informasi yang disampaikan kepolisian, korban diduga terjebak di tengah kepulan asap tebal saat mencoba melintasi kawasan yang terbakar.

"Korban satu orang ditemukan meninggal dunia. Dugaan sementara, korban mengalami sesak napas hingga pingsan, kemudian terbakar api," kata AKBP Harris saat di lokasi.

Ia menyebut area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare, membentang di Jalan Pelang–Kepuluk Kilometer 4 hingga Kilometer 7.

Hingga kini, proses pemadaman dan pembasahan lahan masih berlangsung. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Ketapang, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), PT Nova, Yonif TP 832, serta Pemerintah Desa Sungai Pelang terus berupaya mengendalikan api.

Menurut Harris, kondisi angin dan karakteristik lahan gambut menjadi kendala utama di lapangan. Api masih berpotensi muncul kembali dari bawah permukaan tanah dan menghasilkan asap pekat yang mengganggu jarak pandang.

"Kami terus melakukan pembasahan agar api benar-benar padam. Asap di lokasi cukup tebal sehingga membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Polres Ketapang juga menempatkan personel di sepanjang ruas Jalan Pelang–Kepuluk untuk mengatur arus lalu lintas dan mengingatkan pengendara agar meningkatkan kewaspadaan.

Kapolres mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan tersebut menggunakan masker, menutup rapat kaca kendaraan, serta menyalakan lampu selama perjalanan guna mengurangi risiko kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan mengancam keselamatan.

"Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa," tegasnya.

Di sisi lain, Harris meminta seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam pemadaman tetap mengutamakan keselamatan saat bertugas.

"Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas di lapangan," pungkasnya. (Ndi) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play