![]() |
| Pesawat Wings Air terbang di tengah kabut asap saat hendak mendarat di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Riki Rikardi) |
Kabut asap dari karhutla menyebabkan jarak pandang atau visibility turun hingga berada di bawah batas minimum operasional penerbangan.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan harus dibatalkan demi keselamatan.
Berdasarkan rekap operasional pada 1-24 September 2026, tercatat 72 penerbangan mengalami pembatalan akibat kondisi cuaca yang tidak memenuhi persyaratan operasional.
Penerbangan yang dibatalkan didominasi pesawat ATR 72. Rute yang terdampak terutama Ketapang-Pontianak (KTG-PNK) dan Pontianak-Ketapang (PNK-KTG).
“Kondisi jarak pandang di bawah batas minimum menyebabkan penerbangan tidak dapat dilaksanakan," kata Dwi Jumat (25/9/2026).
Dwi mengungkapkan, kondisi jarak pandang terparah terjadi pada Kamis, 24 September 2026. Berdasarkan data observasi BMKG, jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman sempat turun hingga sekitar 50 meter pada pukul 06.40 WIB.
Jarak pandang tersebut membuat operasional penerbangan sangat terbatas. Pesawat tidak dapat dipaksakan beroperasi ketika kondisi visibility berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan.
Pihak Bandara Rahadi Oesman terus memantau kondisi cuaca. Koordinasi juga dilakukan bersama maskapai dan pihak terkait untuk menentukan kelanjutan operasional penerbangan.
“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Dwi. (Ndi)
