![]() |
| Sebanyak 300 personel BKO Polda Kalbar makan siang bersama Kapolres dan Bupati Ketapang usai apel di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (25/10/2026). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) |
Pengerahan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) itu ditandai dengan apel di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (25/10/2026) siang.
Apel dipimpin Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, didampingi Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Sebanyak 300 personel tersebut terdiri dari 200 anggota Brimob Polda Kalbar dan 100 anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar. Mereka menempuh perjalanan darat dari Pontianak menggunakan armada truk milik Brimob.
Usai apel dan makan siang bersama, personel langsung bergerak menuju sejumlah wilayah penugasan sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, personel BKO tersebut akan disiagakan maksimal selama 20 hari untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran.
"Bantuan 300 personel Polda Kalbar ini merupakan gelombang ketiga pengerahan personel Polri dari luar Kabupaten Ketapang," papar Putra usai apel.
Pada gelombang pertama, lanjut Putra, sebanyak 60 personel Brimob dari Polda Bali telah diperbantukan. Gelombang kedua menyusul dengan 30 personel Brimob dari Polda Kalimantan Timur. Adapun kekuatan Satgas dari Polres Ketapang dan Polsek berjumlah 252 personel.
"Selain itu, terdapat delapan personel Brimobda Kalbar yang bertugas sebagai operator mobil water treatment. Di lapangan, upaya penanganan juga melibatkan TNI, BPBD, dan Manggala Agni dan unsur masyarakat," paparnya.
Ia mengakui, salah satu kendala utama pemadaman karhutla melalui satgas darat adalah keterbatasan sumber air di lapangan.
Putra juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran,” ujarnya.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik tambahan personel dari Polda Kalbar. Menurutnya, dukungan tersebut menambah kekuatan petugas dalam mempercepat penanganan karhutla di Ketapang.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Kapolres yang sudah membantu dan menambah kekuatan dalam percepatan penanganan karhutla di Ketapang,” kata Alexander.
Ia menyebutkan, meski titik api sudah jauh berkurang, namun titik api masih ditemukan di Kecamatan Kendawangan, Matan Hilir Selatan termasuk di sejumlah wilayah lain di luar kabupaten sehingga asap tebal masih menyelimuti Kabupaten Ketapang.
Karena itu, lanjut Alex, sebagian besar personel bantuan akan ditempatkan di Kendawangan untuk mendukung upaya pemadaman.
“Sekarang ini kenapa ada asap, karena ada api. Kenapa ada api, pasti ada yang membakar. Untuk di Ketapang, titik terbanyak ada di Kecamatan Kendawangan,” ujarnya.
Alex kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan untuk kepentingan apa pun. Ia juga berharap hujan segera turun untuk membantu pemadaman kebakaran. (Ndi)

