-->

PT AER Perluas Pembasahan Gambut hingga ke Hutan Produksi Dekat Koperasi Linggar Jati

Editor: Agustiandi author photo

Manajemen PT AER NOVA Grup bersama unsur Forkopimcam Matan Hilir Selatan dan Benua Kayong serta masyarakat peduli api meninjau proses pemompaan air untuk pembasahan lahan gambut di pinggir Jalan Pelang–Kepuluk Kilometer 17, Jumat (23/10/2026). (Agustiandi/suarakalbar.co.id) 
Ketapang (Suara Ketapang) – PT Arrtu Energi Resources (AER), bagian dari NOVA Grup, kembali melakukan pembasahan lahan gambut untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kali ini, pembasahan diperluas hingga di kawasan Hutan Produksi Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Lokasinya berdekatan dengan lahan sawit Koperasi Linggar Jati. Kawasan yang menjadi sasaran pembasahan itu berada di luar konsesi perusahaan.

Koordinator Public Relations (PR) Nova Anugrah Abadi (NAA), Nikolaus Ridiono, mengatakan upaya tersebut merupakan bentuk komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap pencegahan Karhutla, terutama di kawasan gambut yang memiliki risiko tinggi saat musim kering.

“Kita diharapkan terus melakukan upaya, salah satunya melalui inovasi pengairan atau tata kelola air gambut dengan metode pemompaan,” kata Nikolaus saat berada di lokasi, Jumat (23/10/2026).

Menurut Nikolaus, kedalaman gambut di lokasi tersebut bervariasi. Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran pada lahan gambut dalam berpotensi sulit dipadamkan. Apalagi jika api sudah menjalar ke lapisan bawah permukaan tanah.

“Kalau terkena api, semakin berbahaya. Ini harus dibasahi. Kita pompa air, menjaga muka air tanah tetap aman dan melakukan pembendungan agar gambut tidak mudah terbakar,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Niko itu menekankan, upaya ini dilakukan sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Edy Nugroho Santoso. Dengan konsep inovasi yang disampaikan, PT AER melanjutkan pembasahan sampai ke Hutan Produksi dekat area perkebunan sawit Koperasi Linggar Jati. 

Untuk mengalirkan air ke kawasan tersebut, perusahaan mengerahkan 12 unit mesin pompa. Dua di antaranya merupakan mesin Fuso bertekanan besar dengan enam silinder.

Air dari Sungai Pawan dialirkan melalui gorong-gorong yang melintasi Jalan Pelang–Kepuluk Kilometer 17 untuk menuju kawasan Hutan Produksi Desa Sungai Besar, sebagai bagian dari upaya pembasahan lahan gambut oleh PT AER NOVA Grup, Jumat (23/10/2026). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) 
Niko menjelaskan, air diambil dari Sungai Pawan, kemudian dialirkan melalui parit sepanjang sekitar sembilan kilometer menuju Jalan Pelang–Kepuluk Kilometer 17. Dari titik itu, air melewati gorong-gorong yang melintasi jalan, lalu diteruskan melalui parit sepanjang sekitar empat kilometer menuju kawasan Hutan Produksi Desa Sungai Besar.

Niko menuturkan, sebelum digunakan untuk mengalirkan air, parit-parit tersebut dibersihkan dan dibuka kembali menggunakan alat berat. Upaya itu dilakukan agar aliran air dari Sungai Pawan bisa menjangkau kawasan yang membutuhkan pembasahan.

Ia menyebut, pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan masyarakat setempat. Pihaknya berharap pengaturan aliran air melalui parit dapat membantu menjaga muka air gambut sehingga lahan gambut tetap lembab dan tidak mudah terbakar.

Camat Matan Hilir Selatan, Markus, mengapresiasi langkah PT AER NOVA Grup yang membantu menjaga kondisi lahan gambut di wilayah tersebut.

Markus mengatakan, ketersediaan air selama ini menjadi salah satu kendala saat petugas melakukan pemadaman karhutla di lapangan. Dengan adanya pengaliran air ke kawasan gambut, ia berharap pasokan air untuk pembasahan dan penanganan kebakaran dapat lebih terjaga.

“Seharusnya api dapat kita putus. Namun, karena keterbatasan sumber air, kebakaran lahan justru semakin meluas,” ujar Markus saat ikut meninjau lokasi pembasahan.

Manajemen PT AER bersama unsur Forkopimcam Matan Hilir Selatan dan Benua Kayong serta masyarakat peduli api berfoto bersama usai penandatanganan berita acara perluasan pembasahan gambut dari area PT AER ke kawasan Hutan Produksi Desa Sungai Besar, Jumat (23/10/2026). (Agustiandi/suarakalbar.co.id) 
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas pompa dan sarana pengairan yang telah disiapkan perusahaan. Menurutnya, keberadaan peralatan tersebut perlu dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

"Ini sebenarnya bisa jadi percontohan. Lahan gambut yang luas tidak hanya di selatan, tetapi juga di Utara dan Muara Pawan. Perusahaan-perusahaan lain di lokasi tersebut dapat mencontoh PT NOVA,” katanya. 

Pemompaan air untuk pembasahan lahan di Desa Sungai Besar telah dimulai sejak Senin (19/10/2026). Namun pengoperasian secara efektif baru berlangsung pada Kamis (22/10/2026).

Upaya ini melanjutkan penerapan metode serupa yang sebelumnya dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi Karhutla. Melalui pemompaan dan pengaturan aliran air, pembasahan diarahkan untuk menjaga kelembapan gambut, terutama di kawasan yang rentan terbakar saat cuaca kering. (Ad) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play