![]() |
| Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau Fuel Terminal (Jobber) Ketapang, Jumat (16/10/2026), dan meminta distribusi tambahan pasokan BBM segera dipercepat untuk mengurai antrean di SPBU. (ist) |
Permintaan itu disampaikan Alex saat meninjau Fuel Terminal (Jobber) Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026). Peninjauan dilakukan setelah dua kapal pengangkut BBM tiba di wilayah Ketapang.
Kapal SPOB Seaquell 202 dari Pontianak tiba di Jobber pada Jumat subuh dengan membawa 1.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 200 KL Pertamax.
Sementara itu, kapal SPOB Kapuas dari Banten dilaporkan juga telah tiba di muara Sungai Pawan dengan muatan 2.500 KL Pertalite dan 250 KL Pertamax.
Alex meminta proses pembongkaran segera dilakukan agar BBM dapat secepatnya disalurkan ke SPBU, Pertashop, dan pengecer khusus Pertamax.
"Siang ini akan bongkar, saya sudah suruh untuk segera distribusi ke SPBU, Pertashop dan pengecer-pengecer khusus Pertamax," ujar Alex.
Menurut Alex, kuota BBM untuk Ketapang disebut mencukupi. Karena itu, ia mendesak Pertamina Patra Niaga memastikan kelancaran distribusi agar tidak terjadi keterlambatan pasokan ke SPBU.
"Saya selalu mendesak ke pihak Pertamina dan BPH Migas untuk memprioritaskan Kabupaten Ketapang, jangan sampai ada kendala dalam distribusi," katanya.
Alex mengakui tata kelola BBM bukan kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Ketapang. Meski demikian, ia mengatakan tetap turun tangan ketika persoalan distribusi berdampak pada masyarakat.
Di tengah antrean BBM, Alex juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Ia meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.
Alex mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk mempolitisasi persoalan BBM.
Alex berharap tambahan pasokan dari dua kapal tersebut segera didistribusikan sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU Ketapang dapat terurai. (Ad)
