![]() |
| Pengendara berhenti di lampu merah simpang empat Polres Ketapang di tengah kabut asap pekat yang menyelimuti Kabupaten Ketapang, Senin (5/10/2026). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) |
Kabut asap masih pekat, sementara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dalam sepekan terakhir berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang, Eko Harfiyanto, mengungkapkan asap tebal masih terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama pagi hingga menjelang siang.
“Dari hasil pemantauan dalam satu pekan terakhir, kabut asap pekat dan tebal, terutama sekitar pukul 06.00 hingga 12.00 atau menjelang sore hari,” kata Eko saat dikonfirmasi Kamis (8/10/2026).
Eko menjelaskan, kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat bahkan sempat masuk dalam kategori berbahaya.
"Itu berarti cukup mengkhawatirkan, karena PM 2,5 sangat tidak sehat dan berbahaya itu ada diambang 200 sampai 300 ISPU," papar Eko.
![]() |
| Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id) |
"Ini sangat menggangu kesehatan karena partikel yang kecil, 2,5 mikron itu bisa langsung masuk ke paru-paru dan mengendap yang bisa menimbulkan ganguan kesehatan, salah satunya ISPA," ujar Eko.
Ia menambahkan, DLH terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membahas kondisi tersebut. Hasil pemantauan kualitas udara akan menjadi bahan diskusi dan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Karena komando penanganan Karhutla itu ada di BPBD, mungkin nanti ada pembahasan secara khusus, apakah ada evaluasi di minggu ini kita tunggu saja, biasanya kalau sudah meningkat eskalasinya akan ada rapat pembahasan, nanti akan berpengaruh pada status pada kedaruratannya seperti apa," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Eko turut mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Warga diminta menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan. (Ndi)

