![]() |
| Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik bersama personel BKO antar wilayah usai apel pagi di halaman Markas Daops Manggala Agni Kalimantan X Ketapang, Sabtu (7/11/2026). (ist) |
Kegiatan diawali dengan apel pagi di halaman Markas Daops Manggala Agni Kalimantan X Ketapang, Sabtu (7/11/2026). Apel dipimpin langsung Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik.
Tim BKO yang terlibat dalam operasi pemadaman terdiri atas personel Manggala Agni Daops Pontianak, Daops Sintang dan Daops Singkawang dengan jumlah keseluruhan 15 orang.
Seluruh personel bergabung dan bersinergi dalam melaksanakan operasi pemadaman karhutla di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Pelaksanaan BKO tahap pertama telah berlangsung pada 23 Oktober hingga 5 November 2026. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan pada 6-16 November 2026 dengan melibatkan 15 personel Tim BKO dari Daops Singkawang, Daops Sintang, dan Daops Ketapang.
Pergantian personel ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan dukungan operasional dan memastikan kesiapsiagaan pemadaman tetap terjaga.
Dalam arahannya, Sahat Irawan Manik menekankan pentingnya kedisiplinan, menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, serta mengutamakan keselamatan personel selama pelaksanaan tugas di lapangan.
Setiap personel diharapkan menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanggulangan karhutla.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekit Mustioko, menyampaikan bahwa pengerahan personel BKO merupakan bentuk penguatan dukungan operasional antar-Daops Manggala Agni Kemenhut dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.
"Pengerahan Tim BKO ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Kehutanan agar titik api yang terpantau segera dikendalikan dan dipadamkan secara menyeluruh. Ini juga sebagai wujud kesiapsiagaan dan komitmen Manggala Agni Kemenhut dalam memperkuat upaya pengendalian karhutla," ujarnya.
Ia mengatakan, sinergi dan kerja sama antar-Daops menjadi hal penting untuk memastikan operasi pemadaman berjalan efektif dan berkesinambungan.
Yudho juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga disiplin, kekompakan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta terus meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api baru.
Upaya pemadaman juga perlu didukung pemantauan secara berkelanjutan, terutama pada areal bekas terbakar melalui pelaksanaan mopping up, guna mencegah terjadinya kebakaran berulang.
Melalui pembinaan dan penguatan Tim BKO ini, diharapkan seluruh personel memiliki kesiapan fisik dan mental, memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing, dan mampu membangun kerja sama yang solid dalam menghadapi tantangan operasi pemadaman di lapangan.
Dengan dukungan personel dari berbagai Daops Manggala Agni Kemenhut di Kalimantan Barat, upaya penanggulangan karhutla di Kabupaten Ketapang diharapkan dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan terkoordinasi sebagai bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan dalam melindungi hutan dan lingkungan dari ancaman kebakaran. (Ad)
