Gawai Adat Babantant Resmi Ditutup

Editor: Editor : Redaksi author photo
Bupati Ketapang Martin Rantan saat menutup Gawai Dayak Babantant 
Ketapang (Suara Ketapang)- Gawai dayak Babantant dan pentas seni yang  berlangsung selama empat hari, di Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, resmi ditutup Bupati Ketapang Martin Rantan.

Kedatangan Martin Rantan dan rombongan ke Desa Mekar Raya pada Sabtu (21/9/2019) malam, disambut meriah oleh ribuan warga Simpang Hulu dengan ritual adat dayak penyambutan tamu yang datang.

Pada acara penutupan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan ritual adat serta pentas seni budaya Dayak Simpang Dua.

Dalam sambutannya Martin Rantan menyampaikan terimakasih kepada DAD Kecamatan Simpang Dua, Camat serta unsur pimpinan Kecamatan Simpang Dua dan panitia yang sudah sukses menyelenggaran acara tersebut dengan semaraknya yang tidak kalah dengan kegiatan DAD di Kabupaten Ketapang.

"Kedepan supaya acara tersebut lebih bagus lagi, dan saya saran kepada Pengurus DAD agar mengusulkan pendanaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, melalui Musrenbang atau juga melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD," kata Martin.

Martin Rantan mengatakan Pemkab Ketapang akan mengadakan kegiatan tersebut  setiap tahun secara berkala dan tahun depan Desa Semandang Kanan yang menjadi tuan rumah.

Kegiatan tersebut lanjut Martin, Gawai dayak Babantant dan pentas seni harus terus dilaksanakan guna melestarikan dan mengembangkan adat dan seni budaya daerah.

“Saya mengapresiasi kegiatan gawai ini melestarikan adat budaya, bukan hanya kepada orang tua, tetapi mulai kepada anak- anak sebagai pemula penerus kebudayaan kita sudah ditanamkan,” ujar Martin.‎

Dalam kesempatan tersebut Martin juga menekankan pentingnya tri kerukunan antar etnis dan agama.

"Yang pertama rukun internal etnis, artinya masyarakat dayak rukun sesama masyarakat dayak, yang kedua kerukunan antar etnis, yaitu masyarakat dayak rukun dengan masyarakat melayu, masyarakat melayu rukun dengan masyarakat jawa, dengan masyarakat tiongha dan sebaliknya," katanya.

"D‎an yang ketiga kerukunan suku atau etnis dengan pemerintah, maka pemerintah memberikan dukungan kepada kegiatan yang bernuansa etnis," sambung Martin.

Pada malam penutupan tersebut,  Martin menilai sudah terjadi tri kerukunan umat beragama di Kecamatan Simpang Dua.

"Malam ini kerukunan itu terjadi, bagaimana panitia mengelola kegiatan dengan baik sehingga ribuan warga hadir,” ungkapnya (Ndi)

Share:
Komentar

Berita Terkini