Martin Rantan Undang Pemenang Miss Earth Indonesia 2019 ke Pendopo

Editor: Editor : Redaksi author photo
Bupati Ketapang Martin Rantan saat menerima Pemenang Miss Earth Indonesia Chintia Kusuma Rani
Ketapang (Suara Ketapang) - Bupati Ketapang Marin Rantan mengundang pemenang Miss Earth Indonesia 2019 Chintia Kusuma Rani ke pendopo bupati, Selasa (10/9/2019).

Chintia Kusuma Rani merupakan warga asli Kabupaten Ketapang yang berhasil menjadi yang terbaik pada ajang kecantikan bertema kepedulian dan kelestarian lingkungan hidup di Jakarta belum lama ini.

Wanita cantik kelahiran tahun 1997 tersebut berhasil meraih Mahkota dalam kontes kecantikan yang fokus pada kepedulian dan kelestarian lingkungan hidup. Dia berhasil menyisihkan  29 kontestan lain dari berbagai daerah se-Indonesia.

"Saya akan berlomba kembali mewakili Indonesia di Filipina 27 September mendatang. Saya  meminta dukungan dan suport dari Pemda serta masyarakat Ketapang untuk mewakili Indonesia ke dunia internasional," katanya.

Sebagai Miss Eart Indonesia, kedepan ia berkomitmen memberikan kontribusi untuk daerah asalnya melalui komunitas peduli lingkungan hidup yang dibentuknya tahun 2014. Menurutnya, kominitas itu akan dapat menjaring seluruh generasi muda agar peduli lingkungan.

Bupati Ketapang  Martin Rantan pun siap memberikan dukungan kepada Cinthia dalam mengikuti Miss Earth 2019 di Filipina.

"Tentunya bagi siapa saja anak muda asal Ketapang yang berprestasi dan membawa nama baik Ketapang tetap akan kita dukung. Seperti memberikan reward atau hadiah," ujar Martin.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Ketapang tersebut, memberikan reward atau hadiah itu merupakan hal yang wajar. Apalagi diberikan kepada mereka yang berprestasi dan telah mengharumkan nama  Ketapang di level Nasional maupun Internasional.

"Kepada anak muda lainnya, saya berpesan,teruslah mengukir prestasi dibidang apapun. Berikan kontrubusi kepada daerah ini. Karenanya saya minta jauhi segala sesuatu yang dapat merusak masa depan," pesannya.(ndi)
Share:
Komentar

Berita Terkini