![]() |
| Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Ketapang, Harto saat ditemui wartawan pada Senin (2/3/2026). (ist) |
Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Ketapang, Harto, membenarkan hasil uji laboratorium sudah diterima. Meski demikian, pihaknya belum dapat membeberkan isi hasil pemeriksaan tersebut.
“Informasi dari Dinas Kesehatan hasilnya memang sudah keluar. Tapi kami belum bisa menyampaikan apa hasilnya karena belum dibahas dalam rapat,” ujar Harto saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, hasil uji laboratorium akan dibahas dalam rapat internal bersama Satgas MBG, Dinas Kesehatan, serta pihak pelaksana program. Rapat tersebut juga akan melibatkan koordinator wilayah, Kepala SPPG, dan mitra Badan Gizi Nasional.
Harto menegaskan, pihaknya masih menunggu pembahasan resmi untuk memastikan menu mana yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut.
“Belum bisa dipastikan di makanan yang mana. Itu yang masih menunggu pembahasan,” tegas Kepala Bappeda Kabupaten Ketapang tersebut.
Ia menambahkan, setelah rapat digelar dan diperoleh kesimpulan resmi, hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ketapang.
Sebelumnya, ratusan siswa, guru, hingga petugas MBG dilaporkan mengalami mual, muntah, dan lemas usai mengonsumsi menu MBG. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mencatat jumlah pasien terus bertambah sejak Kamis (5/2/2026) hingga Jumat (6/2/2026), dengan total mencapai 340 orang.
Menu MBG yang dibagikan pada Rabu (4/2/2026) diduga menjadi pemicu. Namun, gejala baru dirasakan para penerima manfaat keesokan harinya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, sampel makanan diamankan dan dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan kandungan dan kemungkinan adanya zat yang memicu gangguan kesehatan. (Ndi)
