Catatan Polres Ketapang Sepanjang Tahun 2019

Editor: Redaksi author photo
Jajaran Pejabat Utama Polres Ketapang saat menggelar release akhir tahun 2019 
Ketapang (Suara Ketapang) - Kapolres Ketapang AKBP Siswo Handoyo memaparkan secara umum tingkat kriminalitas di wilayah hukum Polres Ketapang sepanjang tahun 2019 menurun jika dibandingkan tahun 2018.

Hal itu ia sampai saat release akhir tahun 2019 di Aula Polres Ketapang, Selasa (31/12/2019). Selain barang bukti, Polres Ketapang juga  menghadirkan 10 orang tersangka pada release akhir tahun tersebut.

"Gangguan Kamtibmas selama kurun waktu 2019 secara umum menurun jika dibandingkan tahun 2018," kata Siswo Handoyo.

Sesuai catatan Polres Ketapang, terjadi 416 kasus tindak pidana sepanjang tahun 2019, sementara tahun 2018 terjadi 570 kasus.

Sementara kasus narkoba, sepanjang tahun 2019 tercatat 81 kasus, meningkat dari tahun 2018 yang hanya 63 kasus.

"Total tersangka kasus narkoba di polres Ketapang sebanyak 103 orang,  86 laki-laki dan 17 orang perempuan, dari kasus tersebut polres ketapang mengungkap barang bukti narkoba jenis sabu seberat 382,31 gram," paparnya.

Selama Tahun 2019, Jumlah Kasus Korupsi yang ditangani Sat Reskrim Polres Ketapang sebanyak 2 Kasus dengan Penyelesaian Perkara P21 dan Tahap II sebanyak 3 Kasus. Dengan kerugian Negara yang berhasil diungkap Rp2,9 Miliar dan keuangan Negara yang berhasil diselamatkan pada Tahun 2019 sebesar Rp1,4 Miliar.

Untuk kasus kecelakaan lalu lintas, sepanjang 2019 tercatat 77 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 41 jiwa.

"Kasus kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban juga menurun secara jumlah, tahun 2018 korban meninggal sebanyak 57 orang dengan total kasus sebayak 89 kasus," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, perwira menengah Polri itu menekankan, situasi yang aman dan kondusif harus diciptakan bersama, tak hanya dari aparat keamanan namun juga seluruh unsur masyarakat.

"Saya menghimbau dan mengingatkan untuk kita secara bersama-sama menciptakan dan menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif," ujarnya. (Ndi)
Share:
Komentar

Berita Terkini