Balap Liar Masih Marak di Ketapang

Editor: Redaksi author photo

Aksi balap liar di Jalan Suprapto, Sabtu (30/2/2021) tengah malam. 
Ketapang (Suara Ketapang) - Aksi balap liar masih marak di Kabupaten Ketapang. Ruas Jalan R. Suprapto, Jalan Merdeka dan Jalan lingkar Kota menjadi lokasi favorit mereka khususnya di malam hari. 

Maraknya aksi balap liar tersebut membuat warga resah. Warga khawatir dapat memicu kecelakaan bahkan bisa saja mengorbankan jiwa. Tak hanya bagi pembalap liar itu sendiri namun juga bagi pengguna jalan lainnya. 

"Kalau malam biasenye yang bahaye bang, mereke sering kebut-kebutan, balapan di jalan raya, jadi saya jarang mau lewat di jalan yang ada balap liar, takut keserempet, soalnya merekakan jalan nya ugal-ugalan," ujar Marina (19) warga Mulia Kerta, Rabu (3/2/2021).

Ia juga mengaku pernah melihat kecelakaan di Jalan Lingkar Kota, tepatnya di sekitar Jembatan Pawan 5, akibat aksi balap liar di malam hari.

"Tahun lalu sebelum bulan puasa saya pernah bang melihat kecelakaan di Pawan 5, jadi anak-anak yang balapan itu nabrak orang lain yang pake motor, sampe di bawa ke rumah sakit dan memang di situ sering ada balapan liar kalau malam minggu dan kebanyakan anak sekolah yang balapan," akunya. 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Ketapang AKP Andika Desky mengaku, sudah beberapa kali pihaknya melakukan sosialisasi dengan melibatkan pemerintah daerah, untuk mengurangi balap liar di kalangan remaja, namun kurang maksimal di terapkan di tingkat masyarakat.

"Kalau untuk balap liar ini kompleks ya, kita sudah beberapa kali melakukan kegiatan yang bersifat sosialisasi dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan dinas sosial, dalam rangka memberikan edukasi untuk mengurangi aksi balap liar, namun tampaknya kurang maksimal karena tidak begitu di terapkan oleh masyarakat, yang kerap membebaskan anak di usia dini mengendarai kendaraan di luar rumah," paparnya.

Andika mengatakan, sebagian besar pelaku balap liar adalah pelajar. Tak hanya balapan saja namun aksi ini juga dibarengi dengan perjudian. 

"Dari pendataan kita dan hasil temuan di lapangan, para pemain balap liar ini sebagian besar adalah pelajar, akibat pergaulan dan masih mencari jati diri, bahkan pernah kita dapatkan yang balapan untuk taruhan uang, kan sudah masuk ke perjudian, serta membahayakan pengendara lain," terangnya. 

Guna memberikan efek jera kepada pelaku balap liar, pihaknya tak akan segan memberikan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.

"Dalam hal ini, kami dari kepolisian tidak akan segan-segan memberikan ti dakan hukum jika para pelaku balapan liar itu tertangkap, apalagi sudah terjadi kecelakaan terhadap pengguna jalan lain, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku, agar ada efek jera pada mereka dan orang tuanya," pungkasnya. (Ndi)

Share:
Komentar

Berita Terkini