Anastasius Bantang, Penulis Buku Demong Pundohan Tutup Usia, Hari Ini Dimakamkan

Editor: Redaksi author photo

Pihak keluarga almarhum Anastasius Bantang mengelar adat kematian di rumah duka Jalan Panembahan Air Mala Nomor 40 G Kelurahan Mulia Baru, Selasa (22/6/2021) malam. 
Ketapang (Suara Ketapang) - Penulis buku Demong Pundohan yang juga merupakan paman bungsu Bupati Ketapang, Anastasius Bantang tutup usia pada Senin (21/6/2021) sore.

Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak, saat melawan penyakit struk yang dideritanya. Almarhum meninggal diusia 67 tahun. Ia meninggalkan lima orang anak dan 10 orang cucu. Sementara sang istri telah mendahului lebih satu tahun lalu.

"Di rumah sakit Fatima Kurang lebih satu bulan, di rumah sakit Pontianak kurang lebih satu minggu," ujar Bupati Ketapang Martin Rantan, saat berada di rumah duka, Selasa (22/6/2021) malam.

Martin mengatakan, sebelum dirujuk ke Pontianak, paman bungsunya tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Fatima Ketapang.

"Saya dalam keadaan berduka karena paman bungsu saya, adik mama saya yang bungsu meninggal dunia, beliau menderita stroke yang menyerang saraf lidah," ujar Martin

Martin menyatakan, seluruh keluarga telah berupaya memberikan pelayanan, memberikan upaya penyembuhan, namun yang maha kuasa berkehendak lain dan lebih sayang pada almarhum.

Orang nomor satu di Kabupaten Ketapang itu mengaku, dirinya sangat dekat dengan almarhum. "Beliau juga politisi seperti saya karir beliau dari DPRD kabupaten hingga ke DPRD Provinsi dan sampai akhir hayat beliau masih sangat intens dalam membantu pemerintah," sebutnya.

Sebagai keponakan almarhum dan kepala daerah Kabupaten Ketapang, ia meminta seluruh masyarakat dapat mendoakan pamannya agar dapat diberikan kehidupan yang tenang dan keabadian di akhirat.

"Semoga proses pemakaman besok dapat berjalan lancar," sebutnya.

Sementara itu, anak sulung almarhum, Mateus Hendri (40) menceritakan, ayahnya merupakan sosok yang tegas, karismatik dan disiplin.

"Bapak saya sangat mencintai keluarga, persaudaraan antara adik beradik, terus sama family-family itu tetap dijaga silaturahmi, apalagi kan kami ini ibu kan dari suku Melayu bapak Dayak jadi walaupun kita ini beda suku namun kekeluargaan harus tetap terjaga dengan baik," tutur Hendri.

Foto almarhum Anastasius Bantang
Sementara Ririn, satu-satunya anak perempuan dari almarhum menceritakan, baginya almarhum bukan hanya sebagai seorang ayah tapi juga teman dan sahabat sekaligus motivator.

"Bapak saya ini bukan hanya seorang ayah, tapi juga sahabat dan teman bagi saya. Beliau dapat memberikan motivasi dan semangat ketika saya bersedih. Sahabat bagi saya ketika saya lagi dalam kesusahan dan dalam keadaan apapun," kenangnya.

"Bapak selalu mengajarkan saya tentang cinta kasih dan kerendahan hati seberapa berat masalah dalam hidup bapak selalu mengajarkan kalau kita harus selalu merendah diri," tutupnya.

Sesuai jadwal, almarhum akan dimakamkan di Pemakaman Umum Katolik Payak Kumang, Rabu (23/6/2021) sekitar pukul 13:00 WIB. (Ndi)

Share:
Komentar

Berita Terkini