Marak Penipuan di Medsos, Warga Jangan Cepat Teperdaya

Editor: Redaksi author photo

Ilustrasi.
Ketapang (Suara Ketapang) - Jelang hari Raya Idul Fitri semakin marak upaya penipuan melalui media sosial, baik itu Facebook, Instragram maupun aplikasi WhatsApp. 

Seperti yang dialami Fatur (41). Warga Kelurahan Sukaharja Kecamatan Delta Pawan itu hampir menjadi korban penipuan di aplikasi WhatsApp. Ia sempat dihubungi seseorang yang mengatasnamakan temannya, Memed (36). 

"Jadi dia menawarkan kerjasama pengadaan barang elektronik. Dia dapat proyek dari pemerintah, mau join dengan saya. Keuntungannya cukup lumayan. Awalnya saya sempat percaya," ujar Fatur, Minggu (17/4/2022) malam.

Penipu tersebut sempat membahas hal keseharian. Foto profilnya juga menggunakan foto asli Memed. Itu membuat Fatur sempat percaya, bahwa yang menghubungi benar Memed, temannya. 

"Saat dia hubungi saya melalui WA, dia sempat ngobrolkan makan di rumah makan padang, seperti yang kami obrolkan di kolom komentar Facebook, itu yang membuat saya tidak curiga sama sekali," paparnya.

Obrolan di Aplikasi WhatsApp terus berlanjut. Pembahasan bahkan sampai ke nilai kontrak pengadaan barang elektronik dan item-itemnya. Mulai dari Camera digital, iPhone hingga laptop.

"Satu barang digital itu, kita bisa untung 1 juta. Jadi yang harus kita beli camera digital 15 unit, iPhone 15 unit dan laptop 15 unit, dia (penipu) itu mengaku udah di gudang, melihat langsung barang elektronik tersebut," paparnya.

"Karena dia mengaku mau masuk ke gudang, tidak bisa pakai hp canggih, harus pakai hp biasa yang tidak bisa pakai aplikasi WhatsApp, ujung-ujungnya minta pulsa Rp100 ribu agar tetap bisa komunikasi, saya pikir Memed tidak pernah minta pulsa," sambungnya.

Fatur kemudian mulai curiga. Ia pun berinisiatif menghubungi nomor asli Memed, namun nomor yang dituju berada di luar jangkauan. 

"Rumah saya kan dekat dengan Memed, setelah ketemu langsung, ternyata yang nelpon dan wa saya itu seorang penipu," paparnya. 

Tak hanya Fatur, nomor yang mengaku Memed itu juga menghubungi Feri (32). Modus operandinya juga sama. Namun Feri mengaku tak dimintai pulsa.

"Saya awalnya percaya. Apalagi ngomongkan bisnis, duitkan," kata Feri sambil tersenyum. 

Namun setelah dikroscek, ternyata itu tidak benar. Melainkan hanya modus penipuan orang yang tak bertanggung jawab mengatasnamakan temannya Memed.

"Saya telpon nomor bang Memed yang asli, katanya dia mau mancing, saya kembali konfirmasi ke dia, ternyata bang Memet tak tau menau, oh ini pasti upaya penipuan, kata saya," cerita Feri. 

Sementara itu, Memed (36) memastikan, nomor yang mengatasnamakan dirinya merupakan bentuk upaya penipuan dari orang yang tak bertanggung jawab. 

Dirinya meminta warga terlebih kerabatnya, untuk tidak mudah percaya terhadap modus penipuan seperti itu. Ia khawatir ada teman-temannya yang malah terperdaya dan dirugikan akibat ulah para penipu tersebut. 

"Sepertinya penipu ini, mengincar teman-teman Facebook saya. Okelah (teman) yang dekat, yang ada di Ketapang sini, bisa langsung face to face, takutnya kawan kita yang jauh jangkauan itu loh," kata Memed.

Memed mengingatkan, sebelum melakukan transaksi apapun, harus benar-benar kroscek terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan kerugian pada diri kita sendiri. (Ndi)

Share:
Komentar

Berita Terkini