![]() |
| Gambar ilustrasi. (*) |
Menurutnya, korban merupakan komandan peleton atau Danton Brimob yang tengah melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di PT Pertiwi Lenggara Agromas (PLA) Dharma Satya Nusantara Group, Kecamatan Marau.
“Saya kenal beliau itu, karena kami ada kebun koperasi yang bermitra dengan PT PLA. Beliau juga ikut menjaga kebun sawit kita. Beliau Dantonnya,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Ia menuturkan, Bripka S belum genap setahun bertugas di perusahaan tersebut. Dalam kesehariannya, korban dikenal sebagai sosok ramah dan kebapakan.
“Korban cukup ramah, kebapakan. Saya kaget juga dengan informasi ini. Tidak ada tanda-tandanya. Baik sekali beliau itu. Teman ngobrol yang asyik, kalau ketemu di pos atau di kantor,” ucapnya.
Warga lain yang pernah berinteraksi dengan korban menyampaikan hal serupa. Meski dikenal ramah, Bripka S disebut memiliki sisi tertutup.
“Kalau di lapangan, beliau terlihat enjoy, ramah senyum. Tapi menurut kawan saya yang dulu yang pernah jadi satpam di sana, beliau sebenarnya agak tertutup,” kata narasumber tersebut.
Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang personel Brimob Polda Kalbar ditemukan meninggal dunia di kamar tempat tinggalnya di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Selasa (26/8/2025) sore. Korban diduga meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris membenarkan insiden tersebut. Melalui Kasi Humas AKP Drajat Pamungkas, Harris menyatakan korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di kamar yang ia tempati bersama rekan-rekan sesama personel Brimob yang sedang bertugas dalam rangka Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk pengamanan sebuah perusahaan.
“Korban ditemukan dalam posisi duduk dengan senjata api berada di dekat tubuhnya. Ia telah meninggal dunia saat ditemukan,” ujar Drajat, Rabu (27/8/2025).
Drajat menambahkan, tim gabungan dari Brimob Polda Kalbar bersama Unit Inafis Polres Ketapang langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan mendalam.
“Saat ini masih kita lakukan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa ini,” pungkasnya. (Ndi)
