-->

Putra Ketapang Pimpin 2.000 Karyawan di Industri Penerbangan

Editor: Agustiandi author photo

Ir. Uti Roysen, M.T., C.SCM, putra asli Kabupaten Ketapang yang kini menjabat Direktur Line of Maintenance Lion Group. Kiprahnya di industri penerbangan nasional menjadi inspirasi bagi generasi muda daerah untuk terus berprestasi dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) -  Di tengah persaingan ketat industri penerbangan nasional, seorang putra daerah asal Kabupaten Ketapang, Kalbar, berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Adalah Ir. Uti Roysen, M.T., C.SCM, yang kini dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Direktur Line of Maintenance Lion Group.

Pria yang akrab disapa Aceh tersebut saat ini memimpin sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam mendukung operasional dan pemeliharaan armada penerbangan di kawasan Asia Tenggara.

Berbekal pendidikan, kerja keras, dan pengalaman panjang di dunia aviasi, ia terus menunjukkan dedikasi dalam pengembangan industri penerbangan Indonesia. 

Lulusan Magister Teknik Industri dan Program Profesi Insinyur Universitas Mercu Buana ini dikenal memiliki kompetensi di bidang maintenance management, supply chain management, peningkatan produktivitas industri, hingga pengembangan kualitas operasional.

Tidak hanya berkarier di dunia industri, Uti Roysen juga aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Berbagai karya ilmiahnya telah dipublikasikan dalam jurnal dan forum akademik nasional maupun internasional.

Fokus penelitiannya meliputi efektivitas perawatan pesawat udara, penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM), metode Six Sigma, Overall Equipment Effectiveness (OEE), serta optimalisasi rantai pasok dan kapasitas produksi.

Salah satu penelitian yang mendapat perhatian adalah penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM) berbasis logika fuzzy untuk meningkatkan efektivitas perawatan pesawat berbadan sempit. 

Selain itu, ia juga melakukan riset terkait pengurangan tingkat cacat pada proses inspeksi line maintenance menggunakan metode Six Sigma guna meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional penerbangan.

Di balik pencapaian tersebut, Uti Roysen merupakan putra asli Ketapang, Kalimantan Barat. Ia adalah anak bungsu dari enam bersaudara pasangan H. Uti Laram dan Hj. Utin Pompia.

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Ketapang, termasuk sebagai alumni SMAN 2 Ketapang.

Sebelum berkiprah di industri penerbangan, ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Bantul, Yogyakarta, angkatan 1999.

Pendidikan tersebut menjadi fondasi awal yang mengantarkannya meniti karier hingga mencapai posisi penting di industri penerbangan saat ini.

Bagi generasi muda Kalimantan Barat, perjalanan hidup Uti Roysen menjadi contoh bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan kompetensi, integritas, dan semangat belajar yang tinggi, putra-putri daerah mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Prestasi bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujar Uti Roysen.

Prinsip tersebut menjadi cerminan dedikasi seorang putra Ketapang yang terus berkarya dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (*) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play