-->

KONI Ketapang Buka-bukaan Soal Anggaran dan Prestasi Atlet 2025

Editor: Agustiandi author photo

Ketua Umum KONI Ketapang, Theo Bernadhi. (ist) 
Ketapang (Suara Ketapang) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ketapang menyampaikan refleksi akhir tahun 2025 dengan memaparkan program kerja, penggunaan anggaran hibah, serta capaian prestasi atlet dari berbagai cabang olahraga. 

Ketua Umum KONI Ketapang, Theo Bernadhi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pengawasan publik terhadap pengelolaan anggaran hibah daerah yang diterima KONI.

“Ini bentuk kepedulian. Kami berterima kasih karena pengawasan publik menjadi pengingat agar amanah dijalankan dengan benar dan sesuai aturan,” ujar Theo melalui keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025). 

Theo menegaskan, anggaran hibah yang diterima KONI Ketapang telah melalui mekanisme resmi, mulai dari pengajuan proposal melalui aplikasi e-hibah, pembahasan anggaran, hingga penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Ia juga menjelaskan bahwa pemberian hibah olahraga merupakan kewajiban pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Pada Pasal 75 ayat (2) disebutkan bahwa pemerintah pusat dan daerah wajib mengalokasikan anggaran keolahragaan melalui APBN dan APBD.

“Ini amanat undang-undang dan berlaku di seluruh KONI di Indonesia,” katanya.

Fokus Pembinaan dan Prestasi

Theo memaparkan, sepanjang 2025, KONI Ketapang mengelola anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Sebanyak 73 persen dialokasikan untuk pembinaan dan peningkatan prestasi cabang olahraga, termasuk bantuan pembinaan bagi 46 cabang olahraga (Cabor) di bawah naungan KONI Ketapang.

Program tersebut, lanjut Theo, meliputi bantuan pembinaan cabor, peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan wasit dan juri, serta dukungan mengikuti kejuaraan. Pelatihan SDM terealisasi untuk empat cabor dengan total 30 peserta, yang dilaksanakan di Ketapang, Jakarta, hingga Semarang, termasuk pelatihan wasit level nasional.

Selain itu, bantuan keikutsertaan kejuaraan diberikan kepada 10 cabor, sementara dukungan praporprov, kejurda, dan penyelenggaraan kejuaraan terealisasi untuk 14 cabor. Seluruh penyaluran bantuan didasarkan pada proposal cabor dan dilengkapi dokumen pertanggungjawaban.

Capaian Prestasi Atlet

Dari berbagai kejuaraan yang diikuti sepanjang 2025, atlet-atlet Ketapang mencatat sejumlah prestasi, di antaranya:

  • PSTI Ketapang meraih dua medali emas pada Kejuaraan Sepak Takraw se-Kalimantan Barat.
  • PASI Ketapang meraih 2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu di Kejurda Atletik Kalbar.
  • ABTI Ketapang meraih 1 medali perak kategori putri pada Kejurda.
  • Tenis Lapangan meraih 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu pada Kejuaraan Wali Kota Singkawang, serta 4 emas dan 5 perunggu pada Kejurda Junior.
  • Perpani Ketapang meraih 6 emas, 4 perak, dan 1 perunggu pada Kejurda Panahan.
  • GABSI Ketapang meraih Juara II Piala Rektor, Juara I Liga Pasangan, dan Juara II Event Hari Bridge Nasional di Pontianak.
  • KODRAT Ketapang meraih 1 perunggu pada Kejurda Bupati Cup Kubu Raya.
  • ISSI Ketapang meraih 1 emas dan Juara Harapan II kelas SD BMX pada Open Race Criterium ISSI Kalbar.
  • PBSI Ketapang meraih dua perunggu dan posisi empat ganda putra pada Kejurprov Bulutangkis Kalbar.

Operasional dan Komitmen Transparansi

Theo menjelaskan, sebanyak 27 persen anggaran digunakan untuk operasional sekretariat, meliputi biaya listrik, PDAM, internet, alat tulis kantor, pemeliharaan, konsumsi rapat, serta honor tenaga administrasi, kebersihan, dan keamanan.

Theo menegaskan, seluruh pengurus KONI tidak menerima gaji karena tidak diperbolehkan sesuai aturan.

Dalam refleksi akhir tahun, KONI Ketapang juga mengembalikan sisa anggaran sebesar Rp143 juta ke kas daerah karena tidak terserap, termasuk akibat cabor yang tidak lagi aktif secara administratif.

“Daripada digunakan tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan, kami memilih mengembalikan ke kas daerah. Ini bentuk komitmen kami terhadap tata kelola yang taat aturan,” katanya. 

Ke depan, kata Theo, KONI Ketapang juga tengah menyelesaikan pembangunan situs web resmi sebagai sarana publikasi program dan prestasi atlet.

“Kami berterima kasih kepada seluruh cabor dan masyarakat yang terus mengawal dan mengingatkan kami agar KONI Ketapang berjalan lebih baik,” pungkasnya. (*)

Share:
Komentar

Berita Terkini