![]() |
| Keyla Wijayanti menunjukkan kepercayaan diri di panggung internasional. Dukungan keluarga dan kerja keras membawanya melangkah dari Ketapang ke level dunia. (*) |
Keyla, gadis cilik berusia 9 tahun, merupakan siswi SD Negeri 01 Benua Kayong, Ketapang. Putri bungsu pasangan Susanti dan Andika ini kian menunjukkan konsistensinya di berbagai ajang modelling, baik tingkat daerah, nasional hingga internasional.
Dukungan penuh orang tua menjadi fondasi utama perjalanan Keyla. Sejak dini, Keyla dibimbing dan difasilitasi untuk mengembangkan bakatnya, mulai dari bergabung di Sanggar Kepatihan hingga mengikuti berbagai kompetisi bergengsi.
“Sebagai orang tua, selama anaknya mau dan senang, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung. Pengalaman lomba itu penting agar Keyla belajar, matang, dan percaya diri,” ujar Susanti, akhir 2025 lalu.
Selain modelling, Keyla dikenal sebagai anak yang aktif dan multitalenta. Ia memiliki hobi melukis serta terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti senam kreasi, pramuka, drumband, hingga lomba membaca surah pendek. Ia juga mengikuti les matematika, bahasa Inggris, Mandarin, serta berencana mengambil kelas pengembangan kemampuan bertutur.
Pekan ini, Keyla kembali mengikuti ajang modelling internasional di Singapura, setelah sebelumnya tampil di Bangkok, Thailand. Pada ajang di Thailand tahun 2024, Keyla berhasil meraih sejumlah prestasi, di antaranya Kids Star International Juara 4, Princess Charity 2024, serta Best Performance Kids Star International 2024.
Di tingkat nasional dan daerah, deretan prestasi Keyla tak kalah membanggakan. Beberapa di antaranya Juara 1 Putra Putri Dayak se-Kalimantan Barat, Juara 1 Putri Muslimah Ketapang 2024, Juara Umum dan Juara 1 Duta Pelajar Kalbar 2025, Putri Borneo 2025, Putri Model Wisata Indonesia 2025, hingga Kids of The Year 2024 Bali.
Terakhir, Keyla juga mengikuti lomba dance di Pontianak, yang dipelajarinya secara otodidak melalui media daring.
Seiring prestasi yang terus menanjak, tawaran untuk terjun ke dunia sinetron dan film mulai berdatangan. Namun, orang tua memilih bersikap hati-hati.
“Kami belum mengiyakan. Keyla masih terlalu kecil dan harus fokus pada pendidikan terlebih dahulu,” kata Susanti.
Ke depan, keluarga berharap Keyla dapat menjadi duta yang membawa nama Ketapang, baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus tumbuh sebagai anak yang tetap sederhana dan berprestasi. (Ndi)
