Direktur Perumdam (PDAM) Tirta Pawan Ketapang, L. Yudiharto J. Saptono, mengatakan penambahan kapasitas tersebut memungkinkan perusahaan daerah menambah sekitar 1.600 Sambungan Rumah (SR) baru.
“Dengan tambahan 20 liter per detik ini, kita bisa melayani sekitar 1.600 pelanggan baru,” ujar Yudiharto, Rabu (18/2/2026).
Hingga saat ini, jumlah pelanggan Perumdam Tirta Pawan tercatat lebih dari 14.000 SR. Dengan kapasitas produksi sekitar 140 liter per detik, layanan air bersih baru menjangkau sebagian masyarakat di wilayah perkotaan Ketapang.
Yudiharto mengakui kebutuhan layanan masih jauh dari ideal. Dengan jumlah penduduk sekitar 139 ribu jiwa, kebutuhan sambungan rumah diperkirakan mencapai 35.000 SR.
Artinya, diperlukan pembangunan instalasi berkapasitas lebih besar serta perluasan jaringan distribusi agar layanan air bersih dapat menjangkau seluruh warga.
Ia juga menjelaskan, air dari IPA yang baru diresmikan belum dapat langsung diminum karena masih memerlukan proses sterilisasi untuk menghilangkan bakteri. Masyarakat disarankan tetap memasak air sebelum dikonsumsi.
“Air ini belum aman diminum langsung karena masih ada bakteri. Harus dimasak terlebih dahulu, kecuali dipasang alat sterilisasi tambahan,” katanya.
Pada 2026, PDAM berencana membangun IPA tambahan berkapasitas 10 liter per detik yang diproyeksikan mampu melayani sekitar 1.000 rumah, khususnya di Kecamatan Benua Kayong. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan penyertaan modal pada 2025 untuk mendukung pengembangan infrastruktur air bersih tersebut.
Selain memperluas cakupan, PDAM menargetkan peningkatan kualitas layanan dari sekadar air bersih menjadi air minum yang aman dan layak konsumsi.
Namun, tantangan utama berasal dari kondisi air baku Sungai Pawan yang rentan mengalami intrusi air laut saat kemarau panjang. Kondisi itu menuntut penggunaan teknologi pengolahan air yang lebih modern agar kualitas tetap terjaga. (Ad)
